0

Menyaksikan Kirun CS di Pembukaan Pameran Foto dan Onthel “Sarekat Onthel menuju Jogja Republik Onthel”

Sebagai anak rantau yang suka nonton pertunjukan gratisan, sukur-sukur onok panganan gratisane sisan, adalah sebuah berita yang sangat menyenangkan ketika kemarin tidak sengaja baca di lini masa bahwa akan ada pementasan ludruk oleh Kirun cs di Bentara Budaya Yogyakarta. Sudah pernah menulis bagaimana awal perkenalan dengan ludruk dan kecintaan pada kesenian ini, kali ini mau berbagi foto dan sedikit cerita tentang acara Sarekat Onthel menuju Jogja Republik Onthel yang pembukaannya  (13 Oktober 2017) menampilkan ludruk dengan judul Tonggo Tunggal Gedhek.

 

SONY DSC

Cak Kirun sedang sound check

Menurut poster yang dibagikan gratis tadi malam, Sarekat Onthel adalah acara pameran foto dan onthel. Acara ini melibatkan komunitas sepeda onthel di Nusantara yang merupakan bagian dari perhelatan besar sepeda onthel yang akan dilaksanakan di Benteng Vredeburg oleh komunitas Podjok Yogyakarta pada tanggal 21-22 Oktober 2017 dan diberi judul Jogja Republik Onthel.

SONY DSC

MC 

SONY DSC

Mas Towil 

SONY DSC

Romo Sindhu berjula-juli

SONY DSC

Sastra Kanjeng, bersalawat sambil membaca puisi

Kembali ke ludruk. Tadi malam bukan pertama kalinya aku nonton ludruk di Jogja. Sebelumnya juga pernah di tempat yang sama, pernah juga di TBY. Sebagai anak asyu dengan KTP Jawa Timur, bisa mendengarkan suara, obrolan, orang-orang dengan “bahasa” yang sama itu seperti ketemu mas-mas berkumis, diesemi, trus dijak mangan sego padang lawuh kikil karo es jeruk. Mantap jiwa!

SONY DSC

Gatotkoco bersepeda

SONY DSC

Joko Pekik dan para bidadari

SONY DSC

Yati Pesek

Kirun, Marwoto, Yati Pesek adalah adalah nama-nama yang tak asing di panggung seni tradisi ini. Rupanya masih sama seperti yang biasa dilihat di layar televisi dulu, pancet tuweke, pancet eleke. Lucunya? Jangan ditanya. Orang-orang seperti mereka ini diam saja lucu, auranya membawa kebahagiaan orang yang melihat. Lambenya kiwir-kiwir, njeplak tapi tidak menyebabkan sakit hati, justru sebaliknya. Diberkatilah orang-orang seperti mereka yang dengan cintanya mampu menggerakkan hati orang lain.

SONY DSC

Kirun dan Romo Sindhu

SONY DSC

Penari Remo sambil jula-juli membuka ludruk

SONY DSC

Para tandak yang ayu

Bukan pengamat seni atau seniman, bukan akademisi yang bisa membedah dengan teori. Hanya seorang penyuka yang menikmati banyolan-banyolan yang semakin jarang ditemui, didengarkan. Bekerja bukan hanya nyocot. Berjuang, bukan hanya nyacat. Semoga acara seperti ini semakin banyak dipentaskan biar para tetua, pemuda dan anak-anak bangsa ini tidak gampang stres.

WhatsApp Image 2017-10-14 at 9.14.58 AM

Kirun

WhatsApp Image 2017-10-14 at 9.15.40 AM

Para penonton yang heboh

WhatsApp Image 2017-10-14 at 9.15.41 AM

Kirun vs Marwoto

Advertisements