Buku:Peranakan Tionghoa dalam Kuliner Nusantara

peranakan-tionghoa-dalam-kuliner-nusantara

Judul Buku                  : Peranakan Tionghoa dalam Kuliner Nusantara

Penulis                         : Aji Bromokusumo

Penerbit                       : Penerbit Buku Kompas

Tahun Terbit                : 2013

Jumlah Halaman          : xxvi + 190 halaman

Siapa tidak suka makanan? Semua makhluk yang hidup pasti suka makanan, setidaknya membutuhkan makanan. Selayaknya hidup yang tidak hanya sekadar bernafas, makan juga tidak asal kenyang. Sebagian orang menghargai makanan lebih dari sebagian yang lain. Sebagian bahkan merasa perlu untuk mempelajari makanan mulai dari seluk beluknya, digali mulai dari teknik mengolah makanan juga peralatan yang digunakan untuk mengolah makanan serta warna, bau dan rasa makanan itu sendiri, sampai sejarah dan budaya yang lahir dari dan menyertai makanan.

Kuliner, kita biasa menyebutnya, sebagai salah satu kebutuhan mendasar manusia sangat kaya untuk dipelajari. Hampir setiap daerah di negeri ini juga di dunia memiliki kekhasan kuliner sendiri. Buku ini membahas kuliner yang lebih dikenal dan disebut orang sebagai Chinese food. Imigran Tiongkok yang datang ke Nusantara dalam berbagai kurun waktu mempunyai pengaruh yang cukup kuat pada kuliner Nusantara. Disebutkan pengaruh yang masuk antara lain teknik memasak atau menyiapkan makanan dengan timbal balik, akibat akulturasi yang berkesinambungan, yaitu para imigran tersebut mulai belajar dan menyerap penggunaan bumbu dan rempah lokal yang belum mereka kenal sebelumnya.

Tidaklah mengherankan jika kemudian pada akhirnya muncul kuliner baru yang merupakan spesifik khas Nusantara, kuliner yang tidak ditemukan di negeri asalnya. Makanan yang sama pun tidak lagi dirasa sama bahkan lebih enak dari yang ada di negeri asalnya. Kupasan sejarah kuliner peranakan di Nusantara ini akan membuat pembaca mengkaji kembali istilah Chinese food, karena kuliner yang disajikan oleh peranakan Tionghoa di Nusantara telah melalui proses asimilasi dan akulturasi yang panjang.

Buku ini juga membahas kuliner peranakan dari segi bahasa yang digunakan. Bagaimana bahasa Mandarin menyebut teknik memasak yang digunakan juga bagaimana suatu kuliner dinamai dari bahasa asalnya dengan bahasa kuliner peranakan Tionghoa yang kita kenal saat ini. Dilengkapi dengan foto-foto berwarna, buku ini menjadi semakin menarik. Sebagai tambahan, di bagian belakang buku ini juga memberikan resep-resep unik kuliner peranakan. Membaca buku ini pembaca akan dibuat lebih menghargai makanan karena setiap hidangan yang disajikan di atas meja kita mempunyai sejarah dan proses yang panjang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s