Mengunjungi Istana Ratu Boko

Sudah sering melihat foto Istana Ratu Boko atau ada yang menyebut Candi Ratu Boko bersliweran di Twitter dan Instagram, minggu kemarin akhirnya bisa berkunjung ke tempat ini. Menurut Wikipedia, situr Ratu Boko berada kira-kira 3 km di sebelah selatan dari kompleks Candi Prambanan, 18 km sebelah timur Kota Yogyakarta atau 50 km barat daya Kota Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia. Situs Ratu Baka terletak di sebuah bukit pada ketinggian 196 meter dari permukaan laut. Luas keseluruhan kompleks adalah sekitar 25 ha.

SONY DSC

Menggunakan TransJogja, aku dan temanku berhenti di shelter Prambanan. Dari Prambanan kami naik omprengan. Menuju ke situs ini sangat mudah aksesnya. Pengunjung bisa memilih mode transportasi apa saja. Berhubung kami pakai transportasi umum dan kurang suka kalau naik ojek atau becak maka kami pilih omprengan. Menunggu omprengan tentu butuh kesabaran karena menunggu penumpang penuh maka saat sopir menawari antar langsung dengan biaya 20rb untuk dua orang, kami pun langsung mengiyakan.

 

SONY DSC

Anak tangga menuju pintu masuk atau keluar

Masih dari Wikipedia, Ratu Boko diperkirakan sudah dipergunakan orang pada abad ke-8 pada masa Wangsa Sailendra (Rakai Panangkaran) dari Kerajaan Medang (Mataram Hindu). Dilihat dari pola peletakan sisa-sisa bangunan, diduga kuat situs ini merupakan bekas keraton (istana raja). Pendapat ini berdasarkan pada kenyataan bahwa kompleks ini bukan candi atau bangunan dengan sifat religius, melainkan sebuah istana berbenteng dengan bukti adanya sisa dinding benteng dan parit kering sebagai struktur pertahanan.[3] Sisa-sisa permukiman penduduk juga ditemukan di sekitar lokasi situs ini.

 

Berkeliling situs Ratu Boko ini mengasyikkan, terutama saat melihat pohon besar dengan beberapa kursi di bawahnya. Rasanya seperti berada di taman dengan hamparan rumput hijau yang teduh. Sangat menyenangkan untuk duduk-duduk, bercengkrama atau membaca buku.

SONY DSC

Selanjutnya adalah beberapa foto yang diambil di lokasi. Ada kolam pemandian, goa, juga Candi Pembakaran dan Sumur Suci.

SONY DSC

Pemandian

 

 

SONY DSC

Candi Pembakaran di mana terdapat Sumur Suci

Untuk masuk ke situs ini biaya tiketnya 25ribu untuk dewasa, 10rb untuk anak-anak. Banyak terdapat gasebo atau tempat duduk untuk sekadar makan atau berteduh. Toilet juga tersedia. Sayang kemarin di salah satu toilet ada yang tidak enak baunya, parah. Dari pengelola sudah bersih tapi sepertinya ada pengunjung yang kurang tahu cara penggunaan toilet kering sehingga kemarin yang terlihat dan tercium adalah kejorokan.

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

Oh iya, berhubung kami naik omprengan yang tidak tahu jalur aslinya kemana, pulangnya kami putuskan berjalan kaki menuju shelter Trans Jogja di Prambanan. Hitungannya sekitar 30 menit, tapi kami sempatkan berhenti untuk minum es buah di pinggir jalan. Matahari lumayan terik kemarin dan kami kehausan. Kami tidak menunggu matahari terbenam karena tidak ingin, po we!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s