Bakti

Setelah beberapa hari sebelumnya dipamiti seorang teman yang memutuskan kembali ke kampung halaman dan meninggalkan Yogyakarta yang ditinggali selama hampir sepuluh tahun, pagi ini kembali mendapati hal yang sama. Salah seorang teman kos juga akan kembali ke kampung halaman setelah menyelesaikan kuliah di salah satu perguruan tinggi negeri di Yogyakarta.

Tak begitu jauh berbeda dari teman yang sudah mendahului, teman kos ini bisa dibilang “terpaksa.” Jika pernah ada yang menulis “Jogja berhati mantan” di mana akan sulit melupakan Jogja, perasaan-perasaan seperti itu juga “menghantui” teman-teman yang meninggalkan Jogja. Sempat berpikir bahwa dia akan melanjutkan jenjang kuliahnya di sini, sang teman bukan tidak ingin dan meminta demikian. Tapi izin tidak didapat. Sang teman bahkan membahasakannya, “…diminta berbakti pada ibu” atas keputusannya tersebut.

Ah iya. Bisa apa kita ketika bakti dituntut oleh seseorang yang mempertaruhkan nyawa saat melahirkan kita, seseorang yang juga merawat serta membesarkan sampai kita bisa mulai berbicara, makan bahkan menentangnya? Sebagian mungkin bisa, bukan dengan senang hati, sebagian lain mungkin juga dengan tidak senang hati menuruti. Semua kembali pada pilihan, masing-masing. Dan saat ini, pagi ini, aku kembali memilih memasak!

whatsapp-image-2016-12-22-at-12-59-15-pm

Ayam sambal goreng dalam proses

Masakan pertama pagi ini adalah Ayam Sambal Goreng. Resepnya tentu saja dari ibu. Walaupun tidak sempat mengajari langsung, tapi kalau dari kecil biasa merasakan masakan ibu pada waktunya rasa itu tinggal digali dan diracik kembali di dapur. Ayam Sambal Goreng ini masaknya lumayan cepat. Bahannya ayam (pilih sayap yang merupakan salah satu bagian favorit dan murah), ati dan ampela ayam plus kentang. Bumbunya mulai dari bawang merah, bawang putih, cabai, daun jeruk, daun salam, lengkuas, garam dan kecap.

whatsapp-image-2016-12-22-at-12-59-13-pm-1

Ayam Sambal Goreng sudah siap disantap

whatsapp-image-2016-12-22-at-12-59-13-pm

Cara masak Ayam Sambal Goreng pertama adalah rebus ayam dan ati lalu sisihkan. Potong-potong ati jadi beberapa bagian. Potong dadu kentang dan goreng lalu sisihkan. Haluskan semua bumbu kecuali daun jeruk, daun salam dan lengkuas. Lengkuas cukup digeprek saja. Tumis sebentar bumbu halus lalu masukkan daun jeruk, daun salam dan lengkuas. Tambahkan air secukupnya lalu masukkan ayam, ati dan kentang. Taburi garam, juga sedikit gula pasir lalu tambahkan kecap. Tutup wajan,  biarkan bumbu meresap dan air mengering.

whatsapp-image-2016-12-22-at-12-59-14-pm-1

Menu selanjutnya adalah Mie Goreng. Bumbunya bawang merah, bawang putih, cabai, garam, lada dengan tambahan bahan sawi, daun bawang, seledri dan wortel. Mie seperti ini biasa disajikan di kampung saat ada hajatan. Kalau yang ini pasti tahu kan cara masaknya.

whatsapp-image-2016-12-22-at-12-59-14-pm

Mie Goreng tampak atas

Jadi sementara memikirkan masalah bakti, biar kuat berpikir mari mengisi perut dulu. Kebetulan hari ini Hari Ibu jadi mari aku perkenalkan pada ibu yang masakannya selalu membuat rindu. Selamat Hari Ibu!

whatsapp-image-2016-12-22-at-1-06-12-pm

Ibuke ayu, anake asyu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s