Deg-Degan Menanti Brownies Kukus

Apa yang bisa membuat seseorang deg-degan? Tentu jawabnya bermacam. Ketemu bos saat pekerjaan belum selesai dikerjakan atau masuk kelas dosen yang terkenal galak dan mata kuliahnya tidak kita sukai? Bisa jadi. Atau mungkin bertemu cowok atau cewek cakep? Kalau ini mungkin tidak cuma deg-degan tapi sampai gemeteran dan ngiler? Mungkin kamu begitu, aku sih nggak. Aku deg-degan kalau belum makan alias lapar 😐

Minggu kemarin ada hal baru yang membuat deg-degan, menanti kue jadi. Ceritanya ada anak kos yang mau buat brownies kukus. Iya, percobaan pertamanya. Sebagai senior, halah, yang sedang tidak ada kerjaan maka siang kemarin aku turut mendampingi. Semua bahan ditakar sesuai resep, seperti terigu 5 sendok makan, bubuk coklat 5 sendok makan, mentega 5 sendok makan, telur 2 butir, susu coklat satu sachet, baking powder 1 sendok teh dan tentu saja air secukupnya. Oh iya, ditambahi gula juga kurang lebih sama, 5 sendok makan.

SONY DSC

Adonan siap dikukus

Setelah semua adonan diaduk sampai kemeng tangane, iya manual, adonan dimasukkan ke cetakan kecil. Satu panci ukuran sedang hanya cukup untuk 6 cetakan. Dari adonan di atas jadinya 8 cetakan. Setelah panci dipanaskan, airnya mendidih adonan dalam cetakan pun masuk. Isinya separuh saja karena akan dimasukkan lagi kotak cokelat atau chocolate box. Tutup panci harus diselimuti gombal atau kain, biar air tidak menetesi adonan selama mengukus. Kukus kurnag lebih 10 menit baru dimasukkan kotak cokelat, tambahi adonan lalu kukus lagi 10 menit.

Selama menunggu kukusan jadi ini lah rasa deg-degan itu muncul. Takut bantat, takut tak bisa mengembang sempurna, takut tidak enak. Tapi jauh di lubuk hatiku, aku yakin pasti enak dan berhasil. Feeling-ku kalau soal makanan lumayan kuat 😐

SONY DSC

Brownies kukus sudah jadi, sedang dilelehi cokelat

Dan ternyata benar, brownies berhasil jadi meskipun secara bentuk kurang cantik. Biar tambah sip tambahi dengan lelehan cokelat. Penampakannya seperti foto di atas. Rasanya? Enak. Kalau dihitung-hitung untuk satu kue habisnya sekitar 2 ribu. Tapi yang pasti pengalamannya itu yang tidak terbeli, termasuk pengalaman deg-degan.

SONY DSC

Kalau dibelah, cokelat di tengah akan lumer

SONY DSC

Brownies Kukus hasil kukusan dengan panci

Selamat mencoba!

Advertisements

3 thoughts on “Deg-Degan Menanti Brownies Kukus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s