Dendam Perempuan Cantik Dalam “Lukisan Berdarah”

lukisan-berdarah-poster

Diarsi (Yurike Prastica) sedang tidur bersama suaminya yang berkebangsaan Belanda ketika dua orang perampok masuk dan mencoba mengambil harta benda mereka. Suami Diarsi yang terbangun karena mendengar suara aneh dilumpuhkan bahkan berhasil dibunuh. Mengetahui suaminya tewas di tangan perampok, Diarsi pun histeris dan mencoba melawan. Saat Diarsi mencoba melawan perampok sendirian datanglah Yunan (Piet Pagau), penjaga rumah menolong. Sayang, Yunan berhasil dilumpuhkan bahkan salah seorang perampok yang tergiur dengan kemolekan Diarsi kemudian memperkosa perempuan muda itu.

Saat kemudian Diarsi berhasil lolos dari perampok kedua yang mencoba memperkosanya, dia mampu membalik keadaan. Dua perampok berhasil dia lumpuhkan dengan bantuan Yunan. Bukannya melaporkan ke pihak berwajib, Diarsi dan Yunan sepakat untuk menyembunyikan mayat kedua perampok tersebut. Adegan selanjutnya dilanjutkan dengan pasangan muda yang baru menikah, Agus (Dharma Harun Ar Rashid) dan Hanna (Tiara Jacquelina), yang membeli rumah tua bekas rumah Diarsi. Agus yang seorang guru memilih rumah tersebut karena menganggap harganya cukup murah. Rumah tersebut memang besar dan megah, hanya tampak tua dan tidak terawat ditambah sebuah pohon besar di depan rumah yang membuatnya terlihat angker.

Hanna awalnya kurang suka dengan rumah tersebut, tua dan menyeramkan. Pendapat Hanna berubah setelah dia menemukan sebuah lukisan perempuan cantik di salah satu ruangan di rumah itu. Lukisan yang sudah sobek di beberapa bagian, berdebu dan di leher serta dada perempuan di lukisan tampak ada bekas luka. Malam hari saat hujan turun dengan lebat tanpa disadari pasangan pengantin muda tersebut, pohon besar di depan rumah mereka ternyata tumbang. Pagi hari orang-orang berkumpul di depan rumah mereka bersama Pak RT dan polisi. Rupanya di bawah pohon tersebut ditemukan tengkorak.

lukisan-berdarah

Lukisan berdarah

Peristiwa aneh terus terjadi sejak penemuan mayat itu. Tingkah laku Hanna juga semakin aneh, sering berteriak-teriak sendiri karena melihat darah. Awalnya dimaklumi karena Hanna sedang mengandung, tapi lama kelamaan Agus semakin jengkel karena Hanna lebih memperhatikan lukisan daripada dirinya. Agus juga mimpi buruk di mana dia melihat seorang laki-laki mencoba memperkosa istrinya tapi kemudian berhasil dilumpuhkan bahkan dibunuh oleh istrinya. Tingkah laku Hanna yang semakin ditambah penemuan mayat di bawah lantai kamar mandi membuat Agus sadar ada yang tidak beres dengan rumahnya.

Pada akhirnya diketahui bahwa Hanna terpengaruh kekuatan jahat dari lukisan perempuan cantik itu. Perempuan cantik yang tidak lain adalah Diarsi diketahui kemudian terbunuh dan mayatnya lah yang ditemukan di bawah pohon di depan rumah. Diarsi yang stres karena diperkosa oleh perampok sering mengamuk dan bertengkar dengan Yunan yang menikahinya setelah peristiwa perampokan di malam itu. Diarsi kecewa dan menganggap Yunan tidak membantunya saat dia diperkosa. Dia bahkan menuduh Yunan sengaja membiarkannya diperkosa karena cemburu dia menikah dengan orang Belanda sedang Diarsi tahu Yunan sangat mencintainya.

Seperti juga khas film horor lama di negeri ini, tokoh yang membantu menumpas kejahatan arwah Diarsi adalah seorang kyai. Kyai itu pula yang dulu membantu proses pemotongan dahan kayu dari pohon yang tumbang. Pada malam di mana Diarsi bisa berhadapan kembali dengan Yunan yang selama ini terus sembunyi, dia mencoba membunuh suaminya itu. Polisi, kyai dan warga hanya diam bergerombol menyaksikan pertarungan manusia dan arwah tersebut. Hanna, dengan bantuan sang kyai, membakar lukisan berdarah yang membuah arwah Diarsi kepanasan dan kemudian sirna.

Film berdurasi sekitar 80 menit ini terbilang cukup menyeramkan. Kesan horor didapat bukan dari penampakan hantu, khas film horor, tapi dari seting tempat. Rumah besar, lama dengan pohon besar di halaman memberi kesan angker di film ini. Begitu juga dengan lukisan yang menjadi kunci di film ini, kesan horornya menjadi lebih terasa. Bagi pecinta horor, film ini bisa menjadi pilihan. Untuk ukuran film garapan tahun 1988, Lukisan Berdarah cukup bagus.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s