Film: Buaya Putih

Judul Film : Buaya Putih

Sutradara : Fritz G Schadt

Diproduksi Tahun : 1982

Para Pemain : Yati Octavia, George Rudy, Deddy Sutomo, Dicky Zulkarnaen, dll

001

Film Buaya Putih berkisah tentang seekor buaya putih yang menghuni sebuah sungai di di sebuah desa. Buaya yang sering disebut jadi-jadian itu suatu hari menyambar seorang anak gadis bernama Juleha (Yati Octavia) yang sedang mencuci pakaian. Sebelum kejadian tersebut ibu Juleha sempat menerima firasat lewat mimpi yang ia ceritakan pada suaminya. Berkat bantuan seorang jawara bernama Komar (Deddy Sutomo), Juleha berhasil diselamatkan.

Kisah penculikan anak perempuan oleh buaya putih besar penghuni sungai itu bukan satu-satunya. Sebelumnya pernah ada seorang anak perempuan yang disambar buaya saat sedan bermain di sungai. Ayah si anak bahkan dianggap kehilangan akal karena peristiwa tragis yang menimpa anaknya tersebut. Sang ayah kerap memanggil-manggil anaknya dan bertingkah seperti orang gila. Berbeda dengan Juleha, sang anak yang bernama Siti itu tidak pernah kembali.

Tak berselang lama dari penculikannya, Juleha mulai menunjukkan tanda-tanda sedang hamil. Ayahnya yang tidak percaya dengan ceritanya saat diculik memutuskan memasung Juleha. Ketika akhirnya Juleha berhasil melepaskan diri berkat bantuan sepupunya, ayah Juleha yang merasa bersalah akhirnya meninggal dunia. Si buaya putih sendiri akhirnya diketahui bernama Jafar (George Rudy) teman seperguruan Komar yang suka mengumbar nafsu sehingga diusir oleh gurunya sendiri.

Jafar yang tahu ia mempunyai anak perempuan yang berhasil dilahirkan Juleha berkat bantuan orang tua Siti yang tinggal di hujan mencoba mencari anaknya. Jafar yang setelah pertarungannya dengan Komar berwujud manusia setengah buaya tanpa kepala meneror warga kampung terutama anak-anak. Juleha dan anaknya Nur yang tinggal di hutan akhirnya meninggal saat kaget suatu hari didatangi Jafar. Nur kemudian diangkat anak oleh seorang pemburu bernama Iskandar (Dicky Zulkarnaen) yang dulu sempat menembak buaya putih dalam usaha menyelamatkan Juleha. Iskandar adalah orang kaya yang gemar berburu dan memajang hasil buruannya di rumah. Ia dan istrinya sudah lama menikah dan tidak punya anak.

Kisah buaya putih ini terus berlanjut dengan loncatan waktu yang cukup cepat. Nur sudah menjadi gadis dewasa yang kuliah dan mulai berpacaran. Jafar yang ingin menurunkan ilmunya mulai mendatangi Nur. Tingkah Nur mulai aneh. Pada akhirnya pertarungan antara Komar dan Jafar kembali terjadi lagi. Kali ini untuk menyelamatkan Nur dari ayah kandungnya.

Film ini kalau dilihat dari penggunaan efek memang belum bagus, tentu karena teknologi pada zaman itu belum mendukung. Secara cerita juga begitu cepat melompat. Klimaksnya ada di beberapa adegan yang tidak terlalu menonjol. Saya sendiri mencari film ini karena suka film horor, meskipun untuk saat ini dengan efek yang ada tidak ada rasa seramnya. Tapi untuk film lama, saya rasa jika saya menonton di waktu dahulu sudah cukup menyeramkan melihat sosok manusia tanpa kepala dengan tangan dan kaki buaya.

Secara cerita film ini menurut saya kurang bagus. Film horor Indonesia lama terlalu hitam dan putih. Pemberantas hantu atau setan selalu menampilkan sosok alim, ahli agama. Meskipun begitu poster film ini cukup menarik, apik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s