Buku: Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma

Judul Buku                              : Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma

Penulis                                     : Idrus

Penerbit                                   : Balai Pustaka

Tahun Terbit                           : 2011, cetakan ke dua puluh delapan

Jumlah Halaman                     : xviii + 178 halaman

pages_from_dari_ave_maria_kejalan_lain_ok

“Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma” pertama kali diterbitkan pada tahun 1948. Buku ini berisi dua belas cerita pendek dan satu naskah drama. Judul buku ini sendiri diambil dari judul dua cerita pendek yang digabungkan. Buku ini ditulis oleh Idrus, penulis yang karyanya lahir di zaman Jepang, seangkatan dengan Chairil Anwar. Buku ini mengumpulkan karangannya mulai awal kedatangan Jepang di tahun 1942 dan sesudah tahun 1945 atau sesudah kemerdekaan.

Dimulai dari “Ave Maria” yang berkisah tentang Zulbahri, seorang pemuda yang mencintai perempuan bernama Wartini yang juga dicintai oleh Syamsu, adiknya. Zulbahri merasa telah merebut Wartini yang merupakan teman main, teman kecil Syamsu. Mereka berdua suka musik. Wartini memainkan piano dan Syamsu bermain biola. Ketika kemudian Syamsu tinggal bersama di rumah mereka, Zulbahri meskipun tidak menemukan perbuatan yang tidak pantas di antara keduanya merasa bersalah pada mereka berdua. Zulbahri pun memutuskan pergi dengan maksud ingin membuat Wartini kembali pada Syamsu.

“Jalan Lain ke Roma” berkisah tentang Open, seorang pengarang. Nama Open sendiri dipilih oleh ibunya setelah mendengar cerita dari ayahnya yang bermimpi tentang kota New York. Ayahnya terus tergiang tentang openhartig, Bahasa Belanda, yang artinya berterus terang. Open sendiri kemudian tumbuh dengan keinginan mewujudkan cita-citanya ibunya, ia ingin menjadi orang yang sedapat mungkin berterus terang dalam segala hal. Suatu sikap yang sering membuatnya mendapatkan masalah, akan tetapi juga kemudian menuntunnya ke jalan lain, pemecahan masalah.

Kondisi sosial, kehidupan rakyat kecil, ditampilkan Idrus dalam cerita-cerita pendeknya di buku ini. Situasi negeri dan rakyat saat awal Jepang masuk, saat Jepang berkuasa juga setelah negeri ini merdeka menjadi latar setiap ceritanya. Idrus tidak menggunakan cerita getir untuk menggambarkan itu semua, sebaliknya Idrus melihat dari sisi yang lebih ke humor. Kesulitan hidup, kelaparan yang dialami rakyat negeri ini di masa itu ia kritisi dengan caranya sendiri, salah satunya dengan menggunakan tokoh absurd seperti Open.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s