Buku: Ketika Kubur Selesai Digali

Judul Buku                  : Ketika Kubur Selesai Digali

Penulis                         : A. D. Donggo

Penerbit                       : Balai Pustaka

Tahun Terbit                : 2008

Jumlah Halaman          : 123 halaman

ketika-kubur-itu-selesai-digali

“Ketika Kubur Selesai Digali” adalah sebuah novel yang berkisah tentang orang tua bernama Ompu Parado atau kakek Parado yang berkeinginan untuk menggali kuburnya sendiri. Di usia senja, Ompu Parado yang mulai memikirkan akhir hidupnya tidak ingin merepotkan orang lain jika nanti dia dipanggil. Dia memutuskan untuk mulai menggali kuburnya sendiri agar tidak perlu merepotkan orang lain manakala dia mati. Sebuah perbuatan yang tidak lazim bagi kebanyakan orang, tapi tetap dilakukan.

Tanah taman makam yang digali Ompu Parado bukan tanah biasa. Medannya tandus, padas. Setiap pagi Ompu Parado pergi untuk mulai menggali kuburnya. Meski semangat, Ompu Parado tidak bisa mengelak dengan kenyataan bahwa tenaganya sudah jauh berkurang karena usia. Istri Ompu Parado sendiri sudah mati dan dikubur di taman makam yang sama dengan yang dia gali. Meski memang menggali lubang untuk kuburnya sendiri, Ompu Parado tidak langsung mengakui saat suatu saat ada anak gembala yang melihatnya menggali kubur dan menanyakan perihal itu.

Dalam masanya menggali kubur, Ompu Parado sering teringat masa yang lalu, tentang kekuatannya saat masih muda, tentang istrinya juga tentang perbuatannya di masa muda. Perbincangan batinnya selama melakukan pekerjaan menggali kuburnya sendiri menjadi “percakapannya” dengan dirinya. Pikirannya tentang hidup juga kematian dikisahkan di novel ini dalam rangkaian yang cukup panjang tanpa dialog.

Tidak banyak dialog di novel ini. Penulis lebih fokus pada perbincangan batin tokoh utamanya. Interaksinya dengan orang lain yang ditemui selama menyelesaikan pekerjaan atau saat dia merasa terganggu dengan kedatangan burung gagak menjadi beberapa selingan dari rangkaian panjang perjalanan batin seorang kakek yang ingin siap saat dia dipanggil tuhannya. Pada akhirnya saat pekerjaan menggali kubur telah selesai cerita dibiarkan menggambang.

Mungkin sedikit membosankan membaca uraian panjang tanpa konflik menonjol atau klimaks, tapi bagi mereka yang suka merenungkan tentang kematian novel ini tetap menarik. Kisah tentang menghadapi kematian yang justru membuat orang lebih memikirkan kehidupan, hidup yang telah dijalani dan akan dijalani sampai saat kematian itu datang sendiri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s