Buku: Hikayat Kadiroen

Judul Buku                  : Hikayat Kadiroen

Penulis                         : Semaoen

Penerbit                       : OCTOPUS Publishing House

Tahun Terbit                : 2014

Jumlah Halaman          : 274 halaman

 hikayat-kadiroen

“Hikayat Kadiroen” adalah novel yang ditulis oleh Semaoen, seorang tokoh Sarekat Islam yang kemudian menjadi ketua Partai Komunis Indonesia pertama setelah namanya diubah dari ISDV dan Partai Komunis Hindia. Novel ini ditulis pada tahun 1919 saat ia dipenjara. Tidak berbeda jauh dari kehidupannya sendiri, novel ini bercerita tentang Kadiroen, seorang pejabat lokal di pemerintahan Hindia Belanda, yang tertarik dengan Partai Komunis setelah dia mendengarkan pidato salah satu tokoh partai tersebut.

Ayah Kadiroen adalah seorang lurah dan ibunya masih mempunyai darah ningrat bergelar Raden Ayu. Kecerdasan dan kepribadiannya yang kuat membuat Kadiroen disukai banyak orang. Berkat kecerdikannya saat menjadi mantra polisi yang berhasil menguak misteri pencurian ayam di rumah seorang administrator, Kadiroen kemudian diangkat menjadi asisten wedono. Sebagai seorang asisten wedono, Kadiroen harus berhadapan dengan rakyat kecil yang sering menerima ketidakadilan dari para pejabat pemerintahan.

Hidup Kadiroen berubah setelah suatu hari Kadiroen yang ikut hadir dalam acara pertemuan Partai Komunis yang sedang melakukan propaganda dalam rangka mencari anggota baru. Kadiroen merasa konsep yang dimiliki Partai Komunis yang saat itu diwakili oleh Tjitro sebagai pembicara. Kadiroen menyadari satu hal penting yang mengusik pikirannya. Usahanya memuliakan rakyat tak menghasilkan sesuatu yang besar karena ia mengikuti cara kuno. Ketertarikannya pada konsep Partai Komunis yang dirasa sesuai idealismenya bertentangan jabatannya.

Kadiroen kemudian mulai aktif menulis meskipun secara diam-diam. Sampai akhirnya ia harus memilih melepas kariernya dan menjadi penulis di harian milik Partai Komunis, Sinar Ra’jat. “Hikayat Kadiroen” juga menyelipkan kisah percintaan Kadiroen dengan seorang perempuan cantik bernama Ardinah yang merupakan seorang istri lurah. Ardinah adalah perempuan korban kawin paksa.

 Membaca “Hikayat Kadiroen” kita akan bisa melihat gambaran kehidupan rakyat kecil yang coba diperjuangkan oleh sosok-sosok pahlawan seperti Kadiroen yang berjuang dengan cara dan idealismenya. Bagaimana hampir di semua zaman, rakyat kecil selalu menjadi korban dan mereka yang harusnya mengayomi tak segan mengkhianati dan mengambil keuntungan pribadi. Sebuah tulisan lama yang isunya tetap terkini, novel ini layak dibaca.

*Sebelumnya diposting di sini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s