Buku: Thesis

Judul Buku                  : Thesis

Penulis                         : Tan Malaka

Penerbit                       : OCTOPUS Publishing House

Tahun Terbit                : 2014

Jumlah Halaman          : 138 halaman

 thesis

“Thesis” adalah karya Tan Malaka yang pertama terbit pada tahun 1946. Di buku ini Tan Malaka berbicara tentang dunia luar dan dalam Indonesia, mulai dari pertentangan dua sistem (sosialisme dan kapitalisme), UNO (United Nations Organisation), juga tuduhan Trotskyisme. Membaca “Thesis” diawali dengan membaca kata pengantar di mana menurut Tan Malaka orang-orang tanpa ‘title’juga berhak turut memutuskan benar tidaknya suatu paham atau teori sosial di dalam satu masyarakat.

Di buku ini Tan Malaka juga membahas apa yang dia sebut sebagai penyakit “ist” dan “isme”. Menurutnya sangat berbahaya mengakui diri sebagai “ist” (seseorang, sebagai pengikut orang yang berarti, umumnya dalam dunia berpikir) yang sebenarnya dan mengandung “isme” (paham, sebagai buah pikiran seseorang ahli pikir) tulen dan menuduh orang lain sebagai “ist” palsu dan pengikut “isme” palsu.

Menurut Tan Malaka, membawa paham-paham yang ada seperti Kautyskisme, Leninisme, Stalinisme, Trotskyisme ke Indonesia, paham, perhitungan maupun sikap mereka tidak bisa ditelan mentah-mentah. Paham-paham, perhitungan juga sikap mereka adalah hasil perhitungan politik, ekonomi, kebudayaan yang sejarahnya berbeda dengan Indonesia. Suasana persoalan harus dikemukakan dalam arti seluas-luasnya dan sedalam-dalamnya agar tidak timbul kekacauan dari pengertian yang setengah-setengah.

“Thesis” juga menjabarkan perkara keributan yang terjadi pada 1926 di mana dia di antara komunis sendiri disalahkan dan kegagalan percobaan menggulingkan pemerintah Belanda pada waktu itu juga ditimpakan padanya. Melalui “Thesis” Tan membatalkan keputusan Prambanan (rencana pemberontakan PKI pada 1926) karena dianggap bertentangan dengan dasar organisasi, taktik, dan strategi Komintern dan beberapa keputusan Kongres Komintern meskipun kemudian ternyata keputusan pembatalan tersebut tidak diserahkan oleh utusan PKI. Tan kemudian dituduh sebagai pengkhianat dan Trotskys.

Membaca “Thesis” kita kembali diajak membaca pikiran dan gagasan seorang Tan Malaka, bapak bangsa yang hidupnya dicurahkan demi negeri tercinta namun sering dianggap sebagai “pengkhianat”. Lewat “Thesis” Tan menjawab tuduhan tersebut. Seperti yang dia percayai, “The proof of the pudding is in the eating”, pengalaman adalah guru yang sebaik-baiknya, pengalaman adalah hakim yang sebenarnya, Tan Malaka yakin sejarah ada di pihaknya.

*Sebelumnya diposting di sini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s