Film: Lights Out, Jangan Matikan Lampu!

lights-out-poster-image-405x600.jpg

Apa yang terjadi saat mati lampu atau lampu dimatikan? Beberapa orang hanya bisa tidur dalam kondisi gelap atau lampu dimatikan. Beberapa orang, sebaliknya, tidak bisa tidur dengan kondisi gelap. Alasannya? Sebagian besar mungkin akan menjawab karena takut. Banyak artikel kesehatan yang mengatakan tidur dalam kondisi gelap akan membuat tidur lebih lelap, yang artinya kualitas tidur akan lebih baik. Tapi bagaimana dengan mereka yang tidur dengan kondisi lampu menyala terang?

Mungkin bukan hanya saat tidur. Achluophobia adalah suatu kondisi di mana seseorang takut pada tempat yang gelap. Fobia pada gelap seperti ini bisa menyebabkan penderitanya lemas, bahkan lumpuh karena cemas dan takutnya pada gelap. Pada kondisi yang lebih ringan, bisa dibilang banyak dari kita yang tidak suka gelap terutama saat kita kecil. Cerita-cerita tentang hal-hal atau sesuatu yang bisa terjadi atau muncul (sesuatu yang buruk) di tempat gelap mengisi otak kita.

Lights Out, sebuah film yang pemutaran perdananya dilakukan pada 8 Juni 2016 kemarin di Los Angeles Film Festival adalah salah satu film yang memilih ‘gelap’ sebagai bahan utama untuk menampilkan horor, teror. Lights Out bercerita tentang ‘makhluk’ yang muncul saat lampu dimatikan atau hanya bisa muncul di kegelapan. Film ini diawali dengan terbunuhnya Paul oleh ‘makhluk kegelapan.”

Martin (Gabriel Bateman), seorang anak laki-laki yang ibunya menderita depresi setelah kematian ayahnya, Paul, begitu ketakutan setiap malam tiba. Dia tidak bisa tidur karena makhluk yang kemudian diketahui bernama Diana sering muncul manakala lampu di kamarnya mulai dimatikan. Kakaknya, Rebecca (Teresa Palmer), tinggal terpisah di apartemen. Rebecca, seperti juga Martin, pernah mengalami hal yang sama, dihantui sosok Diana. Sosok Diana sendiri ditampilkan berambut panjang, kuku yang panjang dan gelap. Wajahnya tidak pernah terlihat.

lights-out-film-image-640x380

Rebecca yang tidak akur dengan ibunya, Sophie (Maria Bello), akhirnya membawa Martin untuk tinggal bersamanya setelah menerima panggilan dari sekolah dan menerima kabar bahwa adiknya mengalami insomnia dan selalu tertidur di kelas. Rebecca yang kemudian memilih menemani adiknya tinggal di rumah setelah penampakan Diana muncul di apartemennya mencoba mencari tahu. Rebecca menemukan kipling koran dan foto tentang sosok Diana. Diana dan ibunya pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa yang sama. Diana mengalami kecelakaan saat dilakukan perawatan oleh tim dokter, dia meninggal. Hantu Diana inilah yang kemudian terus muncul lewat pikiran ibunya, Sophie.

Menyaksikan Lights Out, penonton akan diajak kaget berkali-kali saat sosok Diana muncul. Kemunculannya di kegelapan dan sosoknya yang tidak pernah jelas digambarkan menjadi sisi horor di film ini. Misterius, gelap, mengejutkan, lebih membuat merinding daripada penampakan makhluk atau hantu yang terlihat jelas sosok atau mukanya di film-film horor. Banyak film horor yang berhasil menampilkan ketegangan, ketakutan tapi kemudian menjadi bahan tertawaan karena penampakan sosok makhluk atau hantu yang tidak menakutkan (baca: mukanya tidak seram, riasan tidak bagus).

Lumayan membuat badan berjingkat kaget beberapa kali saat nonton, Lights Out bisa menjadi pilihan pecinta film horor. Bagi yang tidak suka gelap sebaiknya jangan matikan lampu karena mungkin saat kalian matikan lampu, Diana akan muncul di hadapan kalian. Selamat menyaksikan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s