Buku: Senja di Jakarta

Judul Buku                  : Senja di Jakarta

Penulis                         : Mochtar Lubis

Penerbit                       : Yayasan Obor Indonesia

Tahun Terbit               : 1996

Jumlah Halaman         : viii + 293 halaman

senja-di-jakarta-muchtar-lubis

Novel “Senja di Jakarta” mengangkat kisah kehidupan di Jakarta yang terjadi di tahun 1960-an. Melalui tokoh-tokohnya yang beragam, mulai dari kuli, pegawai pemerintah rendahan, pegawai kementrian, anggota partai juga pemimpin partai. Masing-masing tokoh dibawakan dalam cerita yang saling berkait, tokoh-tokoh yang mencerminkan kehidupan dari berbagai lapisan sosial di negeri ini.

Buku ini dibuka dengan kisah seorang kuli pengangkut sampah bernama Saimun yang tinggal di gubuk reot bersama temannya Itam. Mereka berdua tinggal bersama seorang perempuan yang rela melacurkan diri demi bisa mengisi perut, Neneng. Kisah mereka mewakili kehidupan rakyat kecil yang harus membanting tulang demi bisa bertahan hidup di kerasnya Jakarta. Ada juga tokoh Pak Ijo yang sakit tapi tidak bisa berobat karena tidak ada biaya dan harus menahan lapar bersama istrinya. Rumitnya kehidupan kelas bawah digambarkan jelas melalui tokoh-tokoh tersebut.

Selanjutnya ada tokoh seperti Sugeng yang merupakan pegawai pemerintah rendahan hidup dengan anak dan istri yang sedang hamil. Sebagai pegawai pemerintah Sugeng bisa digolongkan ke kelas menengah meskipun hidupnya masih cukup sulit untuk menghidupi keluarganya terutama istrinya yang selalu menuntut dibelikan rumah dan bermacam perabot. Tokoh Dahlia juga masuk golongan menengah yang digambarkan di novel ini. Dahlia yang merupakan istri pegawai negeri, sering ditinggal suaminya dinas ke luar kota. Suami Dahlia mewakili sosok pegawai negeri jujur yang tidak mau memanfaatkan jabatannya.

Tokoh yang bisa dikatakan menjadi sorotan utama di novel ini adalah Suryono, pegawai kementrian luar negeri yang ayahnya, Raden Kaslan, adalah seorang anggota partai ternama, Partai Indonesia. Meskipun sudah mendapatkan fasilitas yang serba ada juga dari keluarga kaya, Suryono masih ingin lebih. Maka ketika ayahnya memintanya keluar untuk mengurus proyek perusahaan fiktif demi kepentingan partai, Suryono pun keluar dari pekerjaannya. Suryono adalah gambaran kelas atas yang serba ada tapi maruk.

Novel ini mengisahkan bagaimana partai dan orang-orang partai “bekerja.” Proyek fiktif, perusahaan fiktif, yang digunakan partai untuk mengeruk uang negara diceritakan di sini. Ketika kemudian media massa mulai menyoroti partai politik, termasuk korupsi yang dilakukan, perusahaan-perusahaan fiktif mulai dibongkar. Partai Indonesia kemudian jatuh dan Raden Kaslan pun ditangkap.

Membaca karya Mochtar Lubis selalu “menggemaskan.” Realita kehidupan masyarakat yang digambarkan mampu mengaduk perasaan pembaca sekaligus membuka “mata”. Ia menampilkan fakta dalam bungkusan fiksi yang menarik. Kesenjangan sosial kehidupan antara wong cilik dengan golongan kelas atas, bagaimana rakyat kecil harus berjuang sekadar untuk hidup disandingkan dengan golongan menengah ke atas yang suka berfoya-foya. Realita yang masih bisa disaksikan sampai hari ini, ditampilkan secara apik di buku ini.

*Sebelumnya diposting di sini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s