Buku: H.M Misbach: Kisah Haji Merah

Judul Buku                  : H.M Misbach Kisah Haji Merah

Penulis                         : Nor Hiqmah

Penerbit                       : Komunitas Bambu

Tahun Terbit               : 2008

Jumlah Halaman        : 122 halaman + xxxviii

hajimisbachhajimerah

Buku yang awalnya adalah skripsi sarjana penulis ini dicetak pertama kali oleh Lentera Yogyakarta pada tahun 2000. Dilatarbelakangi oleh kondisi sosial politik Indonesia pada tanun 1998 di mana mulai marak dengan pembentukan laskar-laskar islam, penulis mendapat ide untuk menulis tentang Haji Misbach, seorang tokoh islam penganut komunisme yang tidak banyak dibahas atau diungkap.

Pada bagian depan buku ini, penulis mengawali dengan posisi agama bagi tokoh sosial dunia, di mana agama tidak dianggap mempunyai potensi sebagai ideologi perlawanan, khususnya dalam melawan kapitalisme. Agama dan sosialisme sendiri sering salah ditempatkan dalam posisi berseberangan. Buku ini mengungkap bahwa islamisme dan komunisme punya kesamaan, bahwa kedua ideologi tersebut sama-sama tak menyetujui kapitalisme.

Haji Misbach adalah seorang tokoh islam kiri dari Solo. Anak seorang pedagang batik yang laghir tahun 1876. Ia adalah seorang haji revolusioner yang produktif menulis tentang komunis di surat kabar yang dipimpinnya, yaitu Medan Moeslimin. Haji Misbach terlibat dalam gerakan antipemerintah secara radikal dalam Sarekat Rakyat dan kemudian PKI. Menurut Haji Misbach, orang yang mengaku islam tapi tidak setuju dengan adanya komunisme bukanlah islam sejati.

Buku ini membahas riwayat hidup singkat Haji Misbach yang adalah seorang mubaligh dengan latar pendidikan pesantren. Tahun 1918-1920 Haji Misbach menjadi tokoh pergerakan Insulinde yang sangat berpengaruh. Dalam setiap propaganda yang dilakukan ia tak lupa mengutip ayat-ayat Al-Quran. Haji Misbach kemudian bergabung dengan PKI karena menganggap organisasi-organisasi islam yang ada pada saat itu tidak dapat menampung aspirasi dan memperjuangkan keadilan bagi rakyat jelata.

Membaca buku ini, kita akan menemukan banyak pelajaran serta wawasan. Bagaimana seorang komunis yang biasa dianggap sebagai orang yang tak percaya tuhan, tidak beragama, bisa ditepis dengan buku ini. Haji Misbach dengan sikapnya yang antikapitalisme dan antikolonialisme berusaha menjadi islam yang sejati, seorang umat islam yang ingin menjalankan kewajibannya. Buku ini menjadi pembuktian bahwa komunis bukan atheis seperti yang biasa dituduhkan pada para penganut komunisme, terutama di negeri ini.

*Sebelumnya diposting di sini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s