Menikmati Bangkok, Thailand

Mau liburan ke Thailand, khususnya ke Bangkok? Semoga postingan ini bisa membantu memberi sedikit informasi. Beberapa tempat di bawah ini bisa menjadi pilihan saat berkunjung ke Bangkok. Selamat mengekplorasi.

file1158

Grand Palace

Grand Palace atau Istana Raja adalah tempat wisata yang kami kunjungi pertama kali. Konon, Grand Palace yang merupakan sebuah kompleks ini dibangun pada 1782 yang selama 150 tahun merupakan rumah dari Raja Thailand. Sejak abad kedua puluh Raja Thailand tidak lagi tinggal di Grand Palace. Di kompleks Grand Palace terdapat beberapa kantor pemerintahan. Kuil Emerald Buddha atau Wat Phra Kaew juga terdapat di dalam Grand Palace. Di dalam Kuil Emerald Buddha terdapat Emerald Buddha dari abad ke-14 yang sangat dihormati.

Grand Palace dibuka setiap hari mulai pukul 08.30-15.30. Untuk masuk ke Grand Palace harus membeli tiket seharga 500 THB atau sekitar Rp200.000,00. Tiket ini jauh lebih mahal dari informasi teman yang sebelumnya pernah berkunjung ke sini setahun yang lalu, yaitu hanya 250 THB. Kompleks Grand Palace sangat luas, mencapai 218.000 meter persegi dengan dikelilingi empat tembok sepanjang 1900 meter, jadi agar bisa berkeliling dengan nyaman sebaiknya memakai pakaian yang juga nyaman. Jangan lupa topi atau payung karena di sini sangat panas.

Chao Phraya River

Senja di Chao Phraya, sayup aku teringat judul buku salah seorang teman. Harapanku akan mendapati hal romantis ketika setelah mengunjungi Grand Palace jadwal kami selanjutnya adalah Chao Phraya River Boat Trip seperti judul buku itu tidak terwujud karena cuaca yang panas. Sungai Chao Phraya yang besar dan panjang serta ramainya dermaga membuat kepala sedikit pening. Beruntung setelah perahu kami mulai berjalan menyusuri sungai yang panjangnya sekitar 372 kilometer ini, pening di kepala mulai hilang. Liburan tentu harus dinikmati. Kami kemudian larut dengan pemandangan yang kami temui di sepanjang boat trip ini.

file1262

Dari perahu kami bisa melihat Grand Palace juga Wat Arun yang letaknya tidak jauh dari Grand Palace. Sayang, di trip ini kami tidak sempat mengunjungi Wat Arun. Wat Arun sendiri letaknya di sebalah barat hulu sungai Chao Phraya. Untuk menikmati boat trip ini per orang dikenakan biaya 150 THB untuk perjalanan kurang lebih selama satu jam. Ketika pada akhirnya perjalanan dengan perahu ini diakhiri aku hanya bisa membayangkan andai menikmati Chao Phraya di kala senja, pasti sangat indah dan romantis seperti buku teman tadi.

 file1744

Dream World

Tujuan kami selanjutnya adalah Dream World Bangkok. Masih dengan cuaca panas, kami mengunjungi arena bermain di Bangkok yang buka dari pukul 10.00 sampai 17.00 ini. Seperti wahana permainan lainnya, Dream World Bangkok juga menawarkan wahana bermain yang menarik. Merasakan dinginnya salju dan meluncur di Snow Land, menguji nyali dengan naik wahana Hurricane atau mau main basah-basahan di Super Splash dan Water Fun ada juga di sini.

Mau yang manis-manis saja karena malas berpanas-panas? Bisa naik Sky Train namun harus cukup sabar karena antrian yang lumayan panjang. Dari Sky Train pengunjung bisa melihat Dream Land dari atas ketinggian, mendengar jerit-jerit pengunjung yang mencoba wahana Hurricane.

 

Madame Tussauds Bangkok dan Sea Life Bangkok Ocean World

Museum Madame Tussauds berada di Siam Discovery Center, tepatnya di lantai 6. Sedang Sea Life Bangkok Ocean World terletak di Lantai B1-B2 Siam Paragon, masih dalam satu area. Jika biasanya kami naik mobil, kali ini menuju Madame Tussauds dan Sea Life kami mencoba salah satu moda transportasi yang ada di Bangkok, yaitu BTS Sky Train. Turun dari BTS kami lanjutkan berjalan kaki. Siam Paragon Mall sendiri terletak tidak jauh dari Stasiun BTS Siam.

Untuk tiket kami memilih membeli tiket terusan sekitar 1900 THB. Jadi setelah berfoto-foto dengan patung lilin para artis dan tokoh internasional juga tokoh lokal Thailand serta membuat patung lilin tangan kami sendiri, kami langsung menuju Sea Life untuk melihat binatang laut juga merasakan Ocean Feeding Boat atau naik perahu untuk melihat pemberian makan ikan hiu.

screenshot_1

The National Museum

Untuk masuk ke museum ini dikenakan tiket sebesar 200 THB. Di museum ini pengunjung bisa melihat peninggalan-peninggalan sejarah Thailand. Megah, itu yang aku rasakan ketika mulai masuk ke salah satu bangunan di museum ini. Interior, ukiran dan patung-patung yang sangat indah. Kami juga masuk ke sebuah bangunan di mana memajang patung dan usungan untuk pemakaman.

Di bagian lain dari museum ini terdapat senjata, uang, baju dan peninggalan-peninggalan sejarah yang beberapa tersimpan rapi di dalam kotak-kotak kaca, bahkan ada yang dipagari besi. Di museum ini juga dipajang tempat dudukan penumpang gajah atau tandu serta gajah tiruan lengkap dengan tandu, pawang dan penumpangnya.

 

Damnoen Saduak Floating Market

Floating market atau pasar terapung Damnoen Saduak adalah salah satu dari beberapa pasar terapung yang ada di Thailand. Pasar terapung ini cukup terkenal dan ramai dibanding yang lain, bahkan aku baca Damnoen Saduak Floating Market dianggap sudah tidak seorisinil dulu karena keberadaannya lebih untuk “menjamu” turis. Terlepas dari pendapat itu, menikmati suasana di Damnoen Saduak Floating Market memberi pengalaman baru bagiku. Iya, ini pertama kalinya aku melihat langsung pasar terapung, di Indonesia pun belum pernah.

Damnoen Saduak Floating Market sendiri terletak sekitar 46 kilometer dari pusat kota. Konon pasar terapung ini sudah ada lebih dari 100 tahun. Jam paling sibuk di pasar terapung ini adalah pada pagi hari, sekitar pukul 07.00. Sayang, aku dan temanku datang terlalu siang, sehingga pasar sudah sepi. Hanya beberapa perahu dengan turis asing yang lalu lalang di sepanjang sungai. Di pasar terapung ini pengunjung bisa membeli suvenir yang banyak dijual di sepanjang pinggir sungai. Bukan itu saja, banyak juga perahu pedagang yang menjual jajanan, salah satunya Mango Sticky Rice yang terkenal itu.

file2715

Trip yang ditawarkan ada beberapa pilihan. Aku dan temanku memilih trip selama satu setengah jam. Kami juga sempat berhenti beberapa kali untuk membeli suvenir dan jajanan. Bahkan di salah satu pusat penjualan suvenir di mana kami berhenti, kami bisa menyaksikan pembuatan gula kelapa secara langsung.

Masih banyak tempat-tempat lain yang bisa dikunjungi selama di Bangkok. Mencoba Tuk-Tuk juga jajanan di sepanjang jalan dekat penginapan atau tempat-tempat wisata lain juga mengasyikkan, terutama buah-buahannya yang begitu segar. Yang pasti siapkan bahasa tubuh terutama saat membeli suvenir karena Bahasa Inggris di sini tidak banyak digunakan. Tidak perlu khawatir, jika masih sulit mengutakan maksud, pedagang di sini siao dengan kalkulator untuk menunjukkan harga. Kita bisa menyiapkan telepon genggam untuk menunjukkan barang yang kita maksud dengan googling seperti yang kulakukan saat mau membeli obat masuk angin di salah satu apotik.

file1878

screenshot_3

Advertisements

2 thoughts on “Menikmati Bangkok, Thailand

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s