Hayat Kreatif Sastrawan Lekra : Karya – karya Lengkap Sugiarti Siswadi

karya-karya-lengkap-sugiarti-siswadi-hayat-kreatif-sastrawan-lekra

Judul Buku            : Karya-Karya Lengkap Sugiarti Siswadi Hayat Kreatif Sastrawan Lekra

Penulis                  : Fairuzul Mumtaz

Penerbit                : I: BOEKOE

Tahun Terbit        : 2016

Jumlah Halaman : 344 Halaman

Buku yang merupakan tesis si penulis ini mengkaji tentang hayat kreatif seorang sastrawan wanita  Lekra, Sugiarti Siswadi. Lekra atau singkatan Lembaga Kebudayaan Rakyat adalah lembaga kebudayaan yang secara ideologi sejalan dengan PKI. Berdiri pada tahun 1950 , Lekra berkembang dan menghasilkan banyak karya. Setelah pembantaian massal 1965, buku-buku terbitan PKI ikut diberangus. Sugiarti Siswadi dipilih karena penulis merasa penting untuk mengkaji peran pengarang wanita di Lekra, di mana dia adalah salah satu sastrawan yang dianggap produktif juga karena posisinya yang pernah menjadi anggota Pimpinan Pusat Lekra.

Menggunakan New Historicism sebagai pacu penggali, penulis mengulas mulai Lekra salam Polemik Kebudayaan, Sugiarti Siswadi dalam Ideologi Revolusi sampai Gaya, Ideologi dan Kelas. Bagian akhir buku ini adalah karya-karya Sugiarti Siswadi dilampirkan lengkap, mulai dari puisi juga cerita pendek yang berhasil dikumpulkan. Ada 22 karya sastrawan wanita Lekra ini yang ditampilkan. Karya yang sebagian besar berkisah atau mengangkat tema tentang anak dan perempuan.

Karya Sugiarti Siswadi yang berjudul Budak Kecil berkisah tentang seorang perempuan yang mengalami dilema saat harus menerima bocah perempuan untuk dijadikan pembantu di rumahnya. Ada juga puisinya yang berjudul Wanita, di mana Sugiarti jelas sekali menulis tentang peran wanita yang bukan lagi hanya sebagai “bunga pajangan” akan tetapi “Kami Manusia!”.

Di tulisannya yang lain, Yang Kesepian, Sugiarti menulis cerita pendek tentang anak-anak kesepian, anak-anak korban keadaaan. Anak-anak crossboy yang menguasai salah satu gang di kota adalah anak-anak yang butuh kasih sayang, kurang perhatian dari keluarga. Gerombolan bandit, begitu lima orang anak ini biasa disebut. Suka membuat onar, ugal-ugalan dan meskipun sebagian berasal dari keluarga mampu dan terpandang, tapi sering tinggal kelas.

Bahasa Sugiarti lugas, tidak bertele-tele. Sugiarti dalam karya-karyanya langsung merujuk pada apa yang ingin disampaikannya. Anak, perempuan dan rakyat pekerja menjadi perhatiannya, sebagai seorang perempuan, sebagai seorang sastrawan Lekra.

Buku ini penting karena selain berisi kajian akademis yang patut untuk dibaca dan dipelajari, ia juga membuka wawasan tentang karya sastrawan wanita Lekra yang bukan hanya tidak banyak tapi juga sulit dicari jejaknya.

*Sebelumnya diposting di sini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s