Buku: Standing In The Light: The Captive Diary of Catharine Carey Logan

Judul buku         : Standing In The Light: The Captive Diary of Catharine  Carey Logan.

Penulis              : Mary Pope Osborne

Penerbit            : Scholastic Inc, New York

Tahun terbit     : 1998

standing-in-the-lights

Buku ini berkisah tentang seorang anak perempuan bernama Catherine yang diculik oleh suku Indian bersama seorang adik laki-lakinya, Thomas. Catherine adalah seorang Quaker, suatu kelompok Kristen Protestan yang muncul pada abad ke-17 di Inggris. Latar belakang cerita ini adalah pertengahan abad 16 di Amerika yang mengisahkan (perselisihan) kehidupan Quaker dan native american. Buku ini ditulis seolah sebuah diari, buku harian tokoh utama yang bercerita tentang kehidupannya selama dia diculik oleh suku Lenape.

Catherine yang tidak mengerti bahasa Indian tinggal dan hidup di tengah-tengah mereka. Menulis buku harian adalah caranya untuk menjaga keyakinannya pada tuhan, berkomunikasi dengan tuhannya juga nuraninya, menyampaikan rindu dan perasaannya selama jauh dari keluarganya. Catherine diculik sebagai pengganti anak perempuan suku Lenape yang mati. Sebagai tahanan, dia diperlakukan baik oleh suku Lenape. Selama dalam penculikan dia diberi makan juga pakaian, meskipun tidak dilepaskan.

Catherine yang percaya akan tuhan menulis pikiran dan perasaannya di buku harian dan membuatnya hidup seolah suara kecil yang terus mengingatkannya pada keyakinannya. Pun ketika Catherine yang besar dengan pandangan tidak baik tentang Indian akhirnya perlahan mulai mengubah cara pandangannya setelah lama tinggal dan hidup bersama suku Lenape. Seperti yang ditulisnya di buku harian :

“Papa, the Lenape are my neighbors.  Sitting here peacefully, I feel a current of God’s love running through this life, though He is known here by a different name”.

Yang mengharukan dan paling membekas saat membaca buku ini, bagiku pribadi, adalah saat Catherine mulai kehabisan tinta. Dia yang selalu menuliskan kisahnya mulai khawatir tidak bisa menulis lagi, untuk papanya, meskipun dia tidak tahu apakah dia bisa bertemu papanya lagi. Sesuatu yang akhirnya membuat Catherine sadar ada orang lain yang bisa berbahasa Inggris tinggal di antara suku itu selain dirinya. Seseorang yang mengambil andil membuatnya mulai memahami suku Lenape, bahwa mereka sama dengannya, bahwa Lenape adalah tetangga yang selayaknya dicinta dan juga mempercayai tuhan meskipun dengan nama yang berbeda.

*Sebelumnya diposting di sini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s