Buku: Kremil

Judul Buku                  : Kremil

Penulis                         : Suparto Brata

Tahun Terbit                : 2002, cetakan pertama

Penerbit                       : Pustaka Pelajar

Jumlah Halaman          : 782

Kremil

Kremil adalah salah satu novel Suparto Brata yang berbahasa Indonesia. Penulis yang meninggal setahun silam ini telah banyak menulis novel dalam Bahasa Jawa. Memakai latar belakang kehidupan masyarakat pada masa pemberontakan PKI Madiun, Kremil menyajikan cerita tentang para perempuan korban kekerasan dan ketidakadilan. Dari sebuah wilayah yang awalnya kecil, Kremil menjelma menjadi kawasan padat yang menjadi pusat “hiburan” kala malam.

Disebutkan bahwa Kremil layaknya Singapura, andai Surabaya adalah Asia Tenggara. Kremil mampu berswasembada dengan penduduk yang mampu mandiri dan makmur bukan dari hasil kekayaan alam, tapi dari hasil karya dan rekayasa pikiran penghuninya. Tokoh dalam novel ini adalah perempuan-perempuan terbuang, terpuruk dalam ketidakberdayaan yang kemudian memilih menjalani hidup versi mereka sendiri.

Novel Kremil dibuka dengan cerita seorang perempuan bernama Suyati yang baru menginjak kawasan Kremil. Suyati datang ke Kremil seolah perempuan lugu dari desa. Dia menyimpan misi mencari pembunuh keluarganya yang dia dengar sering datang ke kompleks pelacuran Kremil. Perempuan bernama asli Marini itu begitu benci pada PKI yang telah membuatnya kehilangan ayah, ibu dan adik-adiknya.

Ada juga tokoh bernama Ningsih, perempuan cantik yang juga terpelajar. Lari ke Kremil karena tidak mau dipaksa menikah dengan laki-laki pilihan ibunya. Laki-laki yang kemudian dia tahu sering datang ke Kremil, setelah menikah. Induk semang juga menjadi tokoh di novel ini. Sebagai sebuah kompleks besar, Kremil memiliki banyak rumah bordir dengan beberapa induk semang yang mengurus bisnis mereka. Kremil juga menggambarkan pengunjungnya yang datang dari berbagai profesi. Mulai dari laki-laki iseng, penjahat, pegawai pemerintah, wartawan, macam-macam.

Kremil adalah benci dan cinta. Dibenci karena dianggap penyakit, tapi sekaligus dicari karena menawarkan obat, tempat sebagian orang memilih mencari “cinta”. Novel yang cukup tebal ini meskipun bercerita tentang manusia “kalah” tapi tidak bisa dibilang novel sedih. Kremil bercerita tentang manusia yang memilih jalan hidupnya sendiri, meskipun mungkin hina bagi sebagian orang lain. Dia adalah gambaran perjuangan manusia untuk kembali menemukan hidup dengan cara mereka sendiri.

Novel Kremil mungkin bukan sesuatu yang baru, yang mengangkat tema kehidupan malam. Kisah di dalamnya juga tidak menawarkan hal baru tentang gambaran kehidupan di sebuah lokalisasi, tentang orang-orang yang terbuang, dibuang, membuang diri. Akan tetapi, bagi saya pribadi, selalu menarik membaca tulisan Suparto Brata. Bahasanya yang lugas, apa adanya, dengan beberapa ujaran khas lokal menjadi ciri tersendiri yang cukup menarik.

*Diposting juga di sini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s