Katak Hendak Djadi Lembu, Sebuah Pelajaran

Judul                             : Katak Hendak Djadi Lembu

Penulis                         : Nur Sutan Iskandar

Penerbit                       : Balai Pustaka

Jumlah Halaman         : 203 halaman

Tahun Terbit               : 1970 (cetakan keempat, terbit pertama 1935)

 KHDL

            Sebagai anak tunggal dan anak dari seorang haji kaya, Suria terbiasa hidup serba ada dan dimanja. Suria menikah dengan Zubaedah, anak karib ayahnya yang juga kaya raya. Ayah Zubaedah sebenarnya bercita-cita agar anaknya bisa menikah dengan Raden Prawira, seorang mantri polisi. Akan tetapi, pinangan dari karibnya tak kuasa dia tolak.

            Menikah dengan Suria, Zubaedah diuji kesabarannya. Suria yang terbiasa hidup enak dan begitu bangga dengan kepriyayiannya suka sekali berfoya-foya. Suria bahkan tega meninggalkan Zubaedah yang baru melahirkan anak mereka, Abdulhalim, demi mengejar kesenangannya sendiri, menghabiskan harta warisan ayahnya yang baru meninggal.

            Tiga tahun Suria meninggalkan anak dan istrinya. Ketika kemudian hartanya habis, dia kembali kepada istrinya dan diterima dengan harapan dari sang istri bahwa suaminya akan berubah. Suria diterima bekerja menjadi juri tulis di  kantor asisten kabupaten. Gaji yang tidak seberapa, tidak membuat gaya hidup Suria ikut turun. Sebaliknya, dia tetap dengan kebiasaannya, berbangga diri dan bermewah-mewahan.

            Untuk sekolah Abdulhalim, anak sulungnya, Suria tidak malu meminta bantuan mertuanya. Sampai akhirnya anak pertamanya itu lulus dan menikah. Kehidupan yang semakin sulit dihadapi Zubaedah dengan sabar. Nasihatnya pada sang suami tak pernah digubris. Sampai pada akhirnya mereka berdua ikut tinggal di rumah Abdulhalim yang sudah berkeluarga. Kelakuan Suria yang tidak berkurang, tapi menjadi, membuat Zubaedah semakin tertekan.

            Novel ini menarik selain karena jalan ceritanya juga karena sang penulis, Nur Sutan Iskandar, yang merupakan laki-laki asal Minang mampu menyajikan cerita dengan latar tanah Pasundan. Ceritanya mengalir lugas. Nur Sutan Iskandar yang bernama asli Muhammad Nur (sebelum menikah) adalah salah satu sastrawan angkatan Balai Pustaka yang lahir pada 1893.

            Membaca Katak Hendak Djadi Lembu tidak akan sulit. Novel klasik ini, seperti juga sebagian besar novel terbitan Balai Pustaka, mengambil kisah sehari-hari yang sering terjadi di sekitar kita. Kisah manusia menjalani kehidupannya yang meskipun terjadi puluhan tahun lalu tapi masih tetap baru dan sesuai untuk zaman ini. Besar pasak daripada tiang, begitu pepatah menyebut, tentang orang yang pengeluarannya lebih besar daripada pemasukan. Demi sebuah gengsi, harga diri, sering kita mengabaikan kemampuan diri sendiri. Utang, gali lubang tutup lubang rela dilakukan demi sebuah kebanggaan semu. Sebuah kebanggan hidup yang didasarkan pada materi.

            Banyak dari kita yang ingin terlihat kaya, terhormat, pintar, rupawan tapi seringnya menggunakan cara instan, tanpa mencoba menikmati proses yang kadang memang panjang tapi memberi banyak sekali pelajaran. Tidak ada salahnya tentunya dengan cara cepat, asalkan sesuai dengan kemampuan. Mengukur (kemampuan) orang lain begitu gampang, mengukur diri sendiri yang seharusnya lebih mudah seringnya kita alpa, lalai. Bukan tidak mampu, lebih pada tidak mau.

            Pada akhirnya penyesalan memang terjadi hampir di setiap akhir kisah semacam ini. Begitu juga dengan tokoh utama novel ini, Suria. Setelah istrinya meninggal, dia baru menyadari kebaikan dan kesabaran juga nasihat istrinya selama ini. Nasi sudah menjadi bubur, Suria harus menerima konsekuensi dari pilihannya sendiri. Hidup terlunta di akhir hayatnya.

Advertisements

3 thoughts on “Katak Hendak Djadi Lembu, Sebuah Pelajaran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s