Neng-Kleng

Solo lumayan cerah, kalau tidak mau dibilang panas, sabtu kemarin. Setelah paginya menyempatkan diri sarapan, yang kedua setelah sepiring mie instan, Timlo di sekitar kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta, siangnya bersama bapak-bapak mencoba tengkleng.

SONY DSC

 

Beberapa kali terpaksa ganti arah karena warung yang dituju ternyata tutup. Sempat berpikir apakah karena harga daging sedang naik, meskipun ternyata tidak terbukti. Seorang bapak yang jadi pemandu menyarankan Warung Sate Kambing Pak Manto yang posisinya di sekitar Pasar Sriwedari.

SONY DSC

Warung Pak Manto padat merapat siang itu. Saat rombongan kami masuk, kami harus antri kursi sejenak. Wajah-wajah penuh penantian tampak di dalam warung. Keringat menetes di antara wajah-wajah itu. Bukan hanya karena cuaca di luar yang panas, tapi juga karena hawa panas dari dapur warung yang jadi satu.

SONY DSC

SONY DSC

Beberapa pengunjung tampak menikmati sajian di depan mereka. Tulang-tulang di atas piring, kuah-kuah bercipratan di atas meja. Nikmat sekali pemandangan siang itu. Dan setelah beberapa saat, pesanan kami akhirnya datang juga.

SONY DSC

 

Oh iya, di warung ini ada beberapa menu. Mulai dari tengkleng, rica-rica, sate, tongseng, gule, geranag masak, nasi goreng kambing, dll.

SONY DSC

 

Melihat orang-orang di dalam warung, semakin yakin Indonesia akan lebih lemu. Selamat makan siang!

Advertisements

2 thoughts on “Neng-Kleng

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s