Hore-hore

Hari ini di tempat macul dalam rangka memperingati Hari Kartini diadakan lomba foto. Semua divisi yang ada, cabang, diminta mengirimkan foto Kartinian. Nantinya yang menang akan mendapatkan “dana” untuk perayaan bersama geng masing-masing.

Nyinyir? Sudah pasti. Ada yang langsung meninggi suaranya saat personalia mengumumkan hal tersebut, menentang keras bahkan rela di-SP. Lha lapo? Sama seperti pagi tadi ketika mulai membuka akun-akun dunia maya. Wis kadung kebiasaan, lek gak nyinyir sik gatel lambene. Tapi ya bebas, demokrasi, berpendapat kan sah-sah saja. Tidak akan lama, karena pas acara pada akhirnya yang lantang menolak malah yang paling getol ngajak foto-foto cantik. Wis biasa!

hore

Kartini Kartono glesotan

Tidak boleh menjadi beban, artinya tidak perlu mengada-ada jika memang tidak ada. Begitu pesannya. Maka segenap personil pun mulai cari-cari koleksi lama, koleksi teman juga tetangga. Berkat bantuan teman, akhirnya dapat pinjaman jarit sama stagen. Kebaya sudah punya, beli di Pasar Beringharjo sekitar tiga tahun lalu.

SONY DSC

Ini pertama kalinya merayakan Hari Kartini dengan kostum. Iya, dari zaman TK sampai cucu mau lima, belum sekali pun pernah ikut Kartinian. Agustusan saja paling pol kalau macak bagian dicoreti raine 😐

Akhir kata hanya mau mengucapkan sesuatu untuk Kartini-ku, my beloved mom and sisters, terima kasih sudah berjuang selama ini. Jangan pernah menyerah, karena Dia tidak pernah salah meletakkan sesuatu.

IMG-20160421-WA0007

Advertisements

8 thoughts on “Hore-hore

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s