Libur

Liburan hampir selalu ditunggu oleh yang butuh libur. Kalau untuk anak rantau macam aku, liburan yang lumayan panjang setahun dapatnya dua kali, pas lebaran dan natal.

Maka libur natal kemarin saatnya pulang, bertemu dengan sepupu-sepupu kecil juga menikmati segarnya panasnya kampung halaman. Di Jogja tiap hari ngonthel, di rumah pun pinginnya juga ngonthel. Tapi berhubung liburan kemarin kalau siang panasnya membara, sepedaannya pagi-pagi banget atau nunggu sorean, kalau pas nggak hujan.

photo 2

Senangnya main sama mereka itu karena kita tak perlu takut jadi diri kita sendiri. Tidak juga takut jatuh atau memikirkan hal yang tidak perlu. Sepeda bekas yang bannya kayak mau copot setiap dipancal atau sadel yang sobek sana sini tak mengurangi kebahagiaan kebut-kebutan di jalanan kampung. Kurasa, sepeda adalah barang pertama yang menjadi impian anak-anak.

photo 3

Boncengan atau bahkan hanya mendorong sepeda dari belakang saja sudah senang bukan kepalang. Semakin laju, semakin mau jatuh, tawa akan semakin membahana. Dengkul bonyok pun jarang menjadi tangis, seringnya malah jadi bahan tertawaan.

photo 15

Jadi anak kampung belum lengkap kalau tak mainan di sungai. Sungai Brantas belakang rumah sekarang sudah banyak berubah tapi rasa nostalgianya masih sama. Di sungai ini dulu aku dan teman-temanku biasa main. Berenang, naik ban, kasti, cari ikan, perang-perangan, main kelereng pun biasa kami lakukan di sungai. Hamparan pasir juga rumput yang luas adalah taman bermain bagi kami.

Libur kemarin juga sempat main ke beberapa tempat yang tidak terlalu jauh dari rumah nenek.

photo 7

Air terjun Tirto Galuh ini terletak di Bakung, Kabupaten Blitar. Air terjun ini tidak begitu besar juga tidak terlalu tinggi.

photo 5

Pantai Kedung Tumpang terletak di Pucanglaban, Kabupaten Tulungagung. Untuk mencapai lokasi ini bisa dengan sepeda motor lalu turun dengan jalan kaki kurang lebih 30 menit.

photo 6

Yang ini pemandangan dari atas sebelum turun ke Pantai Kedung Tumpang.

photo1 2

Monumen Trisula ini terletak di Bakung, Blitar. Menurut cerita, monumen ini dibangun untuk mengenang pemberantasan PKI pada tahun 1968 di daerah Bakung, Blitar.

photo1 4

Mau ikut main? Boleh, tapi maem dhisik!

Advertisements

2 thoughts on “Libur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s