Menanti Hujan

Cuaca di Yogyakarta sedang panas-panasnya. Seumpama cinta, dia sedang bergelora, membara. Halah. Di dalam ataupun di luar hampir sama, sumuk, kecuali yang punya dan suka meluk kulkas atau yang biasa mejeng di depan AC.

Saking panasnya kepala rasanya pusing. Kalau sudah begitu paling banter macak artis-artis dengan kain seadanya lalu ndekem sambil sebelumnya nyirami balkon dengan seember air yang hanya bertahan tak sampai lima menit. Namanya juga usaha.

Tapi hujan akan segera datang, yakin. Maka untuk persiapan, sekalian mumpung diglendoti siluman bedes, sudah waktunya menyiapkan kamar. Dengan tenaga Nasi Magelangan, es tebu, semangka dan gorengan, siang kemarin mulai berbenah.

Lonceng Angin pemanggil hujan

Lonceng Angin pemanggil hujan

Lonceng pemanggil hujan yang dibeli di Pasar Beringharjo sama si Faa sampai saat ini masih tenang di tempatnya, di jendela. Kalau pas angin berhembus dia akan mengeluarkan bunyi.

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

Asal tidak dibakar, katanya boleh diapain saja. Sudah banyak gambar yang dibongkar pasang karena bosan, tapi paling sering ya pindah-pindah posisi kasur, lemari dan teman-temannya. Senyamannya, seenak tidurnya, seluas pandangannya.

SONY DSC

Kasur harus selalu mepet jendela. Selain biar selalu dapat angin, biar pas hujan nanti bisa merasakan percikan air yang jatuh di balkon. Seger.

SONY DSC

Kapan hari emak kos sidak dan membuang semua tanamanku. Cabai, serai, jeruk, lidah buaya, kangkung semua ludes disikat. Untung masih ada di balkon yang tak terlihat olehnya. Sudah panas begini tanpa hijau-hijauan mau jadi apa.

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Di Jogja cuma nunut, jadi lebih kalem. Kalem soko Hongkong! Di mana pun tempatnya, nekad modalnya.

SONY DSC

Sebagai perempuan manja, tentu tidak afdol tanpa sentuhan merah muda. Tampang boleh nggatheli, perut boleh njijiki, tapi hati tetap seperti barbie. Babi!

SONY DSC

Burung kertas

Burung kertas hasil praktik bersama Mesha dulu juga masih menggantung di salah satu sisi kamar. Sebagai pengingat agar selalu berani bermimpi juga sadar bahwa mimpi hanya akan tetap jadi mimpi tanpa ada usaha untuk mewujudkannya. SemangArt!

SONY DSC

Dari jendela ini biasa lihat sunset langit Yogyakarta, kalau pas malas ke atas atau main.

12167023_969692779764979_1419477928_n

Seperti foto di atas contohnya. Setelah matahari terbenam kemarin, langitnya merona, seperti pipi yang baru dicium kekasih. Cantik.

SONY DSC

Mataharinya pagi ini semangat sekali. Mungkin dia ingin unjuk gigi sebelum besok hujan membasahi bumi Mataram ini. Tak perlu terburu-buru jika memang belum siap, akan kunanti kamu di kamarku, hujan.

***

Advertisements

4 thoughts on “Menanti Hujan

  1. kamar kosnya bikin saya kangen dengan masa masa kuliah di jogja. asik banget mbaa dapet kamar di atas..viewnya juga bagus banget. daerah mana sih itu? btw, terus nulis ya mba..aku suka bgt blogwalking ksini :*

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s