“Jogja Itu…”

Oktober 2015, artinya kurang lebih empat tahun sudah aku nunut tinggal di Yogyakarta. Hari ini, 7 Oktober 2015, kota yang katanya istimewa ini sedang berulang tahun yang ke-259. Sebagai warga nunutan, perkenankan aku bernostalgia  berbagi sedikit tentang kota ini.

Dulu pertama kali mulai nunut tinggal di kota ini seseorang pernah bilang padaku, “Jogja tidak seperti Surabaya, Mbak. Jogja itu desa yang besar.” Sesuatu yang kuiyakan. Di sini nuansa desa masih sangat kental. Hawanya masih sejuk, makanan murah, orang-orangnya ramah, dan masih banyak sepeda. Beberapa saat yang lalu seorang teman dari Surabaya main ke Jogja. “Macet ya sekarang, rame banget nggak kayak dulu,” begitu komentarnya. Yang seperti itu sudah sering didengar kan? Nggak perlu dibagi lagi, semua sudah merasakan sendiri.

Diambil dari Jembatan Sarjito.

Diambil dari Jembatan Sarjito.

Jogja semakin padat. Bangunan-bangunan baru tumbuh bak jamur di musim hujan. Hotel, mal, rumah kos dengan fasilitas hotel dan …(silakan isi titik-titik sendiri).

Sungai mengering.

Sungai mengering.

“Nunut urip gak usah kakean cangkem, Mbak.”

Duh, ya sudah. Tapi nunut berharap boleh kan? Semoga di usia yang semakin tua ini, Jogja semakin bijak, tidak ikut-ikut bersolek yang tidak perlu. Umpama gadis, semoga Jogja tetap menjadi gadis desa yang lugu, ayu dengan kepolosannya, berbudi, berbudaya dan semakin pintar memilih mana yang baik dan tidak baik untuknya.

Mercy.

Mercy.

Oh iya, pagi tadi di depan tempat macul ada karnaval anak-anak TK yang lewat. Bukan hanya mereka yang merayakan ulang tahun kota ini, tapi hampir semua instansi pemerintah hari ini berdandan Jawa. Semoga yang seperti ini bukan hanya ceremonial saja. Lebih dari itu, Jogja bisa menjadi kota yang ramah dan mendukung perkembangan anak-anak calon penerus bangsa.

Rombongan karnaval yang melintas pagi ini.

SONY DSC

Hai…

SONY DSC

Ayo!

SONY DSC

“Adek capek, Bang.”

SONY DSC

Si Mbah pun ikut menemani.

SONY DSC

“Jangan lepas…”

"Kita difoto..."

“Kita difoto…”

SONY DSC

Wedake merok-merok 🙂

SONY DSC

“Giwangku mau copot, Bu.”

SONY DSC

Imut.

SONY DSC

Mari bergenggaman tangan.

SONY DSC

Cantik.

SONY DSC

Semoga pertemanannya abadi.

Sudah, segitu saja dulu fotonya. Mau lihat seperti apa Jogja nanti? Mari kita tengok apa yang sudah kita lakukan untuk kota ini saat ini. Iya, cara termudah melihat masa depan adalah dengan melihat apa yang kita lakukan saat ini. “Jogja itu…”

Advertisements

One thought on ““Jogja Itu…”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s