My Food, My Adventure

celemek/ce·le·mek/ /celemék/ Jw n 1 kain kecil penutup baju pada dada anak kecil sebagai alat untuk menjaga kebersihan (dari ingus, makanan, dsb); 2 kain penutup baju dari dada atau pinggang sampai ke lutut sebagai alat untuk menjaga kebersihan (dipakai pada waktu memasak, membersihkan rumah, dsb): para pelayan wanita mengenakan gaun biru dengan ~ putih (KBBI Online)
Celemek atau bahasa kerennya biasa disebut dengan apron, mbuh kerene sebelah ndi, biasa dipakai mbak-mbak atau mas-mas yang lagi masak. Bapak-bapak sama emak-emak juga ada yang pakai sih, biasanya tukang jagal daging atau penjual ayam. Tapi lebih banyak lagi, celemek dipakai oleh para koki atau chef.
Berbicara tentang celemek, kali ini yang bagian nomor 2 dari definisi yang dijabarkan oleh KBBI Online, tidak lepas dari wilayah dapur. Guduk dapurmu lho ya, aku gak misuh iki. Seberapa penting arti celemek untuk orang yang biasa bergulat di dapur? Lapo yoan gulat nang dapur, nang kasur lak luwih empuk 😐 . Maksudnya, buat orang yang biasa berkutat di dapur. Nah!
Kalau dari pengalaman pribadi, dari kecil jarang banget lihat orang masak pakai celemek. Paling banter lihat di tipi. Emak yang dulu setiap hari masak tak pernah memakai celemek. Sat set sat set yang diambil ya gombal, dari daster bekas yang sudah dedel duel. Sering juga melihat tetangga yang memanfaatkan kaos atau suwal anaknya untuk jadi gombalan dapur mereka. Beli serbet? Jarang. Kalau pun iya hanya dipakai atau dipajang di momen tertentu seperti saat lebaran atau lomba desa.
apron
Sebagai mbak-mbak yang lagi rajin belajar masak, permasalahan gombal ini juga jadi sesuatu yang minta perhatian. Bagi anak kos, bagiku sih, agak susah mencari kain atau baju sisa. Beli serbet sih bisa, iya juga, tapi rupanya barang sepele itu sering menghilang secara mendadak. Sama juga dengan barang krenilan di dapur yang kadang muncul, kadang menghilang untuk waktu yang tak terbatas. Karena masak seringnya pagi atau malam, biasa kostumnya ya seputar baju tidur aka daster.
Sebenarnya tidak ada masalah sih mau pakai baju apa saat masak, pokok klamben ae. Yang jadi masalah ya karena tidak tersedianya gombal yang layak akhirnya menyebabkan daster menjadi sasaran. Habis cuci tangan, sret usap ke baju. Mau ambil bahan makanan, sret lap ke baju. Pada akhirnya ya baju pasti dicuci, tapi kan eman. Maka setelah memanjatkan doa, aku dan temanku kemarin memutuskan membeli celemek! Celemek yang kami beli memang tidak sebagus yang di tipi-tipi itu. Bahannya tipis dan sepertinya hanya kain sisa saja. Tapi, ini sudah lebih dari cukup buat kami. Tipis malah memudahkan kami untuk mencucinya, cepat kering. Harganya 7,5rb saja.
Apakah dengan celemek ini akan membuat kami semakin rajin masak? Kayaknya nggak. Celemek hanya sekian dari sekian hal yang tidak memengaruhi keinginan kami untuk memasak makanan kami sendiri. Yang jelas, kami sedang dan akan selalu berusaha untuk semangat.
Postingan ini cuma mau pamer celemek? Nggak kok, ini mau pamer blog masak sama mau update blog saja biar nggak kutuan. Silakan berkunjung buat teman-teman yang mau cari resep-resep sederhana atau lagi belajar masak. Atau buat yang mau berbagi juga bisa, biar kita bisa saling intip resep masing-masing. Oh iya, ini resep lumayan baru yang beberapa hari lalu dicoba. Detilnya cek di link di atas ya.
11824154_916108618480101_1176612071_n

Jangan Lombok Gerih

Cilok aka Cilot aka Pentol.

Cilok aka Cilot aka Pentol.

Mari masak makanan kita!

Advertisements

5 thoughts on “My Food, My Adventure

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s