Nom Nom

Akhir-akhir ini setiap berdoa kadang aku berpikir apa itu ada gunanya? Sedang aku tahu apa yang aku butuhkan untuk mencapai apa yang aku mau sudah diberikan Tuhan padaku. Menurutku, semua “modal” sudah diberikan padaku, tinggal bagaimana aku memanfaatkan modal itu. Berdoa atau beribadah adalah kegiatan sakral dan personal antara manusia dan tuhannya, siapapun itu. Doa tidak akan menunjukkan kekuatannya kalau kita tidak melakukan tindakan apapun untuk mengubah keadaan kita, misalnya. Dia adalah “mantra” agar kita bisa lebih tenang, fokus dalam meraih apa yang kita inginkan, bagiku. Bisa tenang dan fokus tanpa mantra? Ya bagus. Sudah dikasih modal kok masih “ngemis-ngemis”, kan malu.

Demikianlah ceramah pagi untuk Senin ini, mari kita lanjutkan dengan bahasan yang sebenarnya sesuai judul di atas. Nom nom bagi yang belum tahu artinya (aku juga baru tahu) adalah kata lain dari nyam nyam. Yes, i’m talking about food! Gak usah nulis sing abot-abot opo maneh mikir abot, sing nyandak ae lah. Eh, tapi aku tidak bermaksud untuk bilang kalau tidak perlu serius lho. Semua ada porsinya. Waktunya serius ya serius, tapi kalau tidak mengerti ya tidak usah ikut-ikutan serius.

Postingan kali ini masih tentang masak-memasak. Hobi baru dalam rangka memanfaatkan modal dari-Nya untuk meraih apa yang diinginkan perutku juga tubuhku. Mentalku juga sih. Ini tentang bahan makanan yang “nggak banget” bernama sayur. Meskipun sudah mulai sadar dan berusaha memasukkan sayuran ke setiap makananku tapi hal ini tidak pernah mudah. Dimakan sih, habis sih, tapi ada gelo yang menyesakkan dada setelah makan sayur. Banyak yang bilang sayur itu enak. Aku tidak akan bilang begitu, karena ya itu tadi setiap mau makan atau habis makan sayur aku masih merasa kecewa.

Aku pecinta santan. Aku penganut nasi akeh garis keras. Aku wani gelut demi sambal, gelut rayahan WC pas mules. Aku lupa sejak kapan mulai memasukkan sayur dalam menu makanku, yang aku tahu aku harus mulai mengubah komposisi di piringku. Ada yang bilang, you are what you eat. Buatku kalau ini diartikan, ditengok dari menu makan dan perilaku, memang sangat terasa. Gampang emosi dalam artian sering bad mood. Gampang lapar dan kemudian bad mood. Gampang capek dan lagi-lagi bad mood.

Maka setelah follow puluhan akun makanan di Instagram, kepalaku mulai terbuka. Ada yang makannya cuma buah thok, yang tidak mungkin kuikuti. Jelas hanya akan membuatku kelaparan dan bete. Ada yang menunya makaroni, kentang dengan keju yang meleleh-leleh, yang selalu berhasil membuatku ngiler. Ada yang plant based, berbagai sayuran dimasak dan disajikan cantik, yang membuatku hanya bisa membayangkan karena bahan yang aku sendiri baru dengar namanya. Tapi pada akhirnya aku bisa tercerahkan, membuat masakan versi sendiri yang setidaknya tidak membuatku gelo saat dan setelah makan.

Menu pertama ini Dadar Telur Sayur. Ini menu pertama yang dikenalkan ibuku saat mencoba mengajariku makan sayur. Sayuran diiris-iris dan digoreng dengan telur setelah dibumbu. Kalau suka mentah ya sayurannya cukup diiris saja, tapi kalau mau lebih enak bisa ditumis dulu dengan bumbu sebentar baru dimasukkan ke kocokan telur sebelum digoreng. Sayuran yang bisa dimasukkan seperti sawi, bayam wortel, kubis, tomat dll.

telurdadarsayur

Menu kedua adalah Pizza Sayur. Bahannya sama seperti saat mau membuat pizza, hanya toppingnya pakai sayur. Untuk pizza sayurku aku memilih brokoli, sawi dan tomat. Aku suka pizza jadi dan dengan taburan keju juga cocolan saus sambal pedas, sayurnya jadi enak.

pizzasayur1

Berikutnya adalah Orak-Arik Tahu. Menu ini sangat sederhana dan gampang. Kubis, wortel, daun bawang, seledri dan bawang putih diiris. Tahu dilumat-lumat dan siapkan satu butir telur. Tumis irisan bawang putih dan cabe lalu masukkan bahan satu persatu. Biasanya aku pakai buat sarapan.

orakariktahu

Oh iya karena makan Orak-Arik Tahu seperti ini masih kurang nendang di perut, aku butuh tambahan nasi dan menu lain. Maka menu ini kemarin aku makan dengan tambahan Nasi Uduk Magic Com dan Ayam Bumbu Rujak. Untuk resep Ayam Bumbu Rujak bisa dicek di blog, sudah pernah aku sharing di sini.

ayambumburujak

Kalau untuk Nasi Uduk Magic Com caranya cukup dengan memanfaatkan air rebusan ayam untuk memasak nasinya. Tambahnya adalah bawang putih, serai yang digeprek, garam, saus tiram dan daun salam yang dimasukkan di dalamnya.

piring

Yang tidak kalah sederhana tapi juga enak adalah Pecel. Sayuran cukup direbus lalu dimakan dengan nasi dan sambal pecel. Biar segar, tambahkan irisan bawang merah, cabe dan timun serta kemanggi.

“Digoreng, santan-santan kan tidak sehat? Gorengan dan santan itu kan jahat? “

Tidak. Menurutku yang jahat itu bukan santan atau gorengan, tapi saat kamu masak dan nggak enak. Oh iya, buat yang mau cari tambahan ide buat menu masakan bisa ke sini, belum banyak sih tapi semakin semangat untuk menambah ilmu di dunia masak memasak. Nom nom!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s