Arek Bengkel

Setelah sekitar dua tahun mancal ke sawah alias bike to work aku bolehlah bersuka hati karena tidak lagi phobia sama jalanan. Jika dulu dibonceng ae deg-deg-an (lha iyes, sing mbonceng manis 😀 ) anu, maksude nggandol ae wedi, sekarang sudah beda cerita. Mau didahului sama sepeda lain, gerobak atau jaran yo wis biasa.

Sudah berganti empat sepeda, mbalap ke sana sini, saat ini semakin banyak kenalan bapak-bapak bengkel sepeda. Kalau biasanya para biker saling nge-bel, nge-dim dan sebagainya  ketika ketemu pengendara sejenis, aku pun mulai begitu. Kadang nge-bel, minimal menunduk untuk menyapa pesepeda lain *macak geng sepeda*. Apalagi kalau bertemu bapak-bapak bengkel yang baik dan penolong itu. Iya, semenjak bersepeda mau nggak mau sering mbengkel, entah cuma pompa ban, benerin rem, servis sampai check up, tapi lumayan sering. Kalau servis motor bisa ratusan ribu, servis sepeda cukup lima ribu, malah dua ribu. Tidak perlu minum bensin, cukup makani lambene dhewe cek kuat mancal. Malah mbalik nang panganan 😐

Pagi ini si Asu gembos padahal baru dipompa. Bukan sekali ini, tapi pernah juga sebelumnya. Jadi tiap dipompa, dia malah suka gembos. Sudah dibawa ke tukang tambal, katanya ban masih oke. Pernah minta ganti ban dalam, kata paknya nggak perlu. Bapake nolak aku 😦

Sudah curiga pasti ada apa-apa, karena si Asu kan beli bekas dan bannya memang tak mulus. Maka tadi pagi pas dia masuk bengkel lagi sekalian minta dicek dan ternyata pentilnya yang bermasalah. Mas bengkel yang terlihat telaten itu ngecek satu-satu dan akhirnya ngganti pentilnya plus kasih bonus tutup. Pas bayar, kata masnya cukup dua ribu saja.

11356107_1126113080737964_929940811_n

Oh iya, mumpung lagi update blog sekalian pasang foto dari FB. Kemarin lihat foto ini di FB orang (Banyak yang nge-share jadi nggak tahu pemilik aslinya. Tidak bermaksud nyolong atau pasang tanpa izin tapi hanya share saja, kali bermanfaat. Makasih buat yang punya foto), daripada masang foto asyu nggak jelas, mending pasang ini saja. Ada yang bilang, “Pictures speak louder than words” (mbuh bener nggak ngunu nulise), setidaknya foto-foto ini sebaiknya dilihat saat merasa BH wes entek (padahal akeh), pingin ini itu (padahal nggak butuh), nyerah alias malas padahal tanpa mancal dan macul, perut tidak bisa njemblung oleh panganan.

Buat yang “sandangane sak lemari tapi sik ngomong nggak nduwe klambi” foto ini mungkin berguna, setidaknya membuat kita kembali menggunakan otak kita. Yakin nggak nduwe klambi?

1551520_758004317555333_6865241329348794318_n

BH sak mbuh, sampai nggak cukup adahe padahal sing diadahi mung loro. Iki disawang fotone.

10432987_758004274222004_8569797030081756722_n

Buat yang malas macul dan milih nunggu kiriman utowo mbribiki mbak’e, delok iki mbahe.

10452293_758004374221994_2923380532564546286_n

Ho oh, ini buat aku semua 😦

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s