Macak Roro, Literally

Selamat pagi!

Pagi ini meskipun mendung masih enggan beranjak dari langit Yogyakarta plus katanya hari Sabtu, kenyataannya badan harus tetap diangkat dari kasur. Biar semangat, karena Sabtu libur hanyalah mitos, hari ini memutuskan jalan kaki ke tempat macul. Bukan, aku tidak akan cerita tentang jalan pagiku tapi mau berbagi sebuah pengalaman baru mencoba produk baru.

11160244_1094660790549860_802593819_n

Sebelumnya aku pernah menulis di blog ini tentang mencoba salah satu perawatan untuk perempuan, yaitu ratus. Ya, kali ini aku mau berbagi pengalaman tentang ratus tapi dengan metode yang berbeda. Seminggu yang lalu saat jalan-jalan di Sunmor UGM, aku tertarik melihat produk perawatan perempuan dipajang di sebuah stan dan dijaga oleh seorang Mbak yang ramah. Tanya-tanya, lihat keterangan di kemasan juga mendengarkan cerita si Mbak tentang produk yang dijualnya. Bukan karena bujuk rayu si Mbak kalau aku memutuskan membeli produk ini. Aku suka coba-coba dan kebetulan sebentar lagi masa periode bulanan, pas deh.

Kalau si Mbak penjual bilang dia belum mencoba karena merasa tidak butuh, dia bilang akan mencoba kalau nanti sudah menikah, aku sebaliknya. Produk seperti ratus ini tidak hanya untuk perempuan yang sudah menikah, tapi bisa untuk para gadis. Kenapa? Karena ratus digunakan untuk menjaga kebersihan, yang artinya tidak perlu menunggu menikah atau belum. Terutama sih digunakan setelah periode bulanan, kalau untukku. Iya, pada sebagian perempuan periode bulanan bisa jadi sangat ribet. Aku sendiri pernah mengalami beberapa fase periode bulanan mulai dari yang kedengarannya tidak masuk akal sampai akhirnya bisa “normal” dan tetap bahagia.

Oh iya, produk yang aku coba ini berbeda bentuk dengan yang sebelumnya. Jika sebelumnya dibakar dan “diduduki” yang ini direndam. Kemasannya seperti tea bag. Dimasukkan ke air mendidih lalu silakan berendam. Ditunggu rodok adem sik, lik, ojo sik munggah-munggah mbok cemplungno, malah mlonyoh ngko. Kurang lebih lima belas menit saja dan rasakan perbedaan sebelum dan sesudah. Sudah kusebutkan belum ya kalau aku pakai ini saat periode bulanan berakhir? Ya begitulah. Cukup dipakai sebulan sekali dan bisa pilih produk semacam yang lumayan banyak dijual di pasaran.

Rasanya? Enteng. Ya semacam kalau wajah kita setelah maskeran. Segar dan rasanya tanpa dosa, halah. Postingan ini untuk membayar janji ke si Mbak penjual produk ini. Ya semacam review gitu. Kalau digambarkan sih seperti foto dari Mbah Google ini. Recommended buat yang malu ke salon untuk melakukan perawatan area pribadi. Harganya 25rb isi dua. Kalau mau yang lebih murah sebenarnya bisa pakai daun sirih yang direbus, tapi mungkin bagi anak kos agak susah mencarinya. Selamat mencoba! 🙂

fresh_sun_light-1920x1200

nyomot dari Google

Advertisements

2 thoughts on “Macak Roro, Literally

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s