Cergam: Hujan

Gendut sedih. Sejak kemarin dia sudah merencanakan akan bersepeda dengan teman-temannya untuk mengisi libur hari Minggu.

Rupanya pagi ini hujan turun. Teman-temannya membatalkan acara bersepeda bersama.

“Kenapa sedih, Gendut?” tanya ibunya.

“Seharusnya pagi ini aku bersepeda dengan teman-temanku, tapi mereka membatalkannya…” jawabnya sedih.

“Lalu kenapa kamu tidak main sendiri?”

“Tapi di luar hujan, Bu. Nanti aku bisa sakit.”

Ibu tersenyum. Didekati Gendut yang masih termenung di depan jendela.

“Tidak jika kamu sarapan dan menghabiskan susumu.”

Gendut memandang ibunya. Ibu tidak melarangnya bermain hujan.

Setelah sarapan Gendut keluar dan bermain di bawah hujan. Ibu benar. Hujan adalah teman. Gendut pun kembali riang meskipun bermain sendiri tanpa teman-temannya.

Advertisements

2 thoughts on “Cergam: Hujan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s