The Return of Superman, Kembalinya Memori Masa Kanak

Berita-berita di televisi juga media online akhir-akhir ini bukan hanya membuat geleng-geleng kepala tapi juga angguk-angguk, mendem. Mulai dari tingkah pejabat yang lucu, juga polah warganya yang tidak kalah ajaib. Benar tidaknya tidak perlu dicek, yang penting disebarkan dulu, dikomentari dan diocehkan di media sosial. Mumet? Ho oh, kadang membaca komentarnya lebih pusing dari membaca beritanya sendiri. Gelutan perkara perbedaan pendapat, tak mau berteman gara-gara beda pilihan. Yungalah.

Itu orang dewasa, sing jare tuwek maksude. Yang lebih memprihatinkan lagi berita-berita tentang perilaku generasi muda bangsa ini. Coba dicek saja di Internet, lihat betapa ngeri tindakan sadis yang dilakukan anak-anak yang masih berseragam itu. Cuma di Internet? Tidak. Meskipun lebih kalem, tapi fenomena seperti itu sudah semakin banyak terjadi di sekitar kita.

Salah orang tua yang tidak bisa mendidik anak, tidak memberi contoh yang baik di rumah.

Salah gurunya, yang terlalu sibuk mencari sambilan demi tambahan pendapatan dan tidak becus mengajar.

Salah sinetron yang mengajarkan kekerasan dan kehidupan mewah bak selebriti. Salah televisi.

Salah pejabat yang rebutan kursi.

Salah koruptor.

Salahe mbahmu!

Salahmu!

Salahku?

Salah siapa?

Beberapa waktu lalu aku mulai menyaksikan sebuah reality show dari anjuran seorang teman. Langsung tertarik karena yang β€œmain” lucu dan menggemaskan. The Return of Superman, sebuah reality show dari Korea Selatan yang menampilkan kehidupan sehari-hari beberapa pesohor dan anak-anak mereka. Ceritanya sang ayah ditantang untuk selama 48 jam bersama anak-anaknya, tanpa bantuan sang istri.

Ada yang anaknya kembar dua, laki-laki. Ada yang anaknya satu, cewek. Ada juga yang anaknya kembar tiga, laki-laki semua. Semua anak berumur di bawah lima tahun, yang tertua pas berumur lima tahun. Aku tidak pernah percaya kalau reality show benar-benar real. Tapi, menonton The Return of Superman setidaknya memberi kesempatan untuk mengenang masa indah kanak-kanak juga bahwa tidak semua reality show itu lebay. Ho oh, kebanyakan nonton reality show di TV kita.

Lihat bagian ayah si kembar tiga di reality show ini. Cara dia mendisiplinkan anak-anaknya, mendamaikan mereka saat bertengkar, mengenalkan mereka pada alam, patut ditiru. Atau lihat polah gadis kecil bernama Haru. Gadis kecil berumur lima tahun itu punya kecintaan yang luar biasa pada binatang. Sayang tidak ada bagian yang menunjukkan cara membuat anak di reality show ini, sayang sekali. Anu, ini partai tambahan.

Kita (aku yakin tidak aku saja) terlalu sering disuguhi kekerasan, baik di media massa maupun di depan mata. Kasih sayang tidak boleh ditunjukkan, ngisin-ngisini, tidak sopan. Tapi kekerasan, kebencian dianggap wajar dan boleh dilihat. Mau contoh? Orang tua yang sedang bertengkar tidak menjauh dari anak-anaknya. Istri dipukuli di depan anak, sudah biasa. Suami dikata-katai di depan anak, sego jangan. Mencium istri di depan anak-anak? Kamu pernah lihat? Kalau iya, kamu beruntung.

Oh iya, yang lebih menyenangkan dari reality show ini adalah saat menyaksikan anak-anak itu makan. Sumpah, nyenengno! Padahal mulutnya masih imut tapi mangape amba alias semego. Tapi Indonesia nggak usah lah niru-niru, malah ambyar ngko. Mending acara-acara di televisinya saja yang dibenahi atau sekalian saja, tidak usah menyiarkan apapun. Balik saja zaman radio. Mendengarkan berita dan sandiwara radio terus kirim-kiriman salam.

Yang mau nonton The Return of Superman bisa copy di warnet atau streaming saja dari Youtube, banyak. Reality show ini disiarkan di stasiun KBS dan masih berlangsung sampai sekarang. Eh ini bukan anjuran untuk menonton reality show ini lho. Tapi kalau boleh menganjurkan, lebih baik perbanyak membaca dan menyapa tetangga. Tapi buat yang ingin nonton siap-siap risikonya ya. Bagi cewek-cewek kemungkinan besar akan kecanduan. Bagi cowok, paling pol jadi ingin membuat anak. Mari menyebarkan cinta!

***

Advertisements

5 thoughts on “The Return of Superman, Kembalinya Memori Masa Kanak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s