Perfect Sisters, Imperfect Love

Pernahkah kamu membenci seseorang sampai-sampai berharap orang tersebut lebih baik tidak ada, tidak pernah ada? Dan ketika kamu sadar bahwa orang yang kamu benci itu nyata adanya, bukan seperti harapanmu kalau dia hanyalah sebuah mimpi buruk saja yang akan hilang begitu kamu membuka mata, kamu berharap dia mati saja?

Benci dan cinta kata orang tipis saja bedanya. Benci adalah cinta yang tak sesuai harapan, harapanmu. Cinta adalah benci yang tertunda, karena orang yang kamu cintai adalah orang yang paling bisa dan sering menyakitimu. Lagi-lagi karena harapan yang tak sesuai, sesuai keinginanmu.

Beth dan Sandra adalah kakak beradik yang hidup bersama ibu tunggal dan seorang adik laki-laki. Berbeda dengan remaja lain, Beth dan Sandra harus “merawat” ibu mereka yang sering teler karena kecanduan alkohol. Keadaan yang bukannya menjadi lebih baik setelah mereka pindah tempat tinggal karena ibu mereka mendapatkan pekerjaaan baru, hidup mereka lebih sengsara karena ibunya kembali minum dan bahkan berhubungan dengan seorang laki-laki yang suka main pukul dan melakukan pelecehan.

Pada puncak kekesalan pada ibu mereka, Beth dan Sandra membuat keputusan untuk menghabisi nyawa ibu mereka dengan bantuan dua teman sekolahnya. Ibu mereka meninggal setelah diberi obat dan ditenggelamkan di bath up, dan meski sempat menimbulkan kecurigaan dari pihak kepolisian, tidak ada bukti kuat untuk menyeret dua bersaudara ini. Sampai akhirnya salah seorang teman dekat mereka yang cemas dengan keadaan Sandra yang berubah drastis, jadi sering mabuk, menghubungi polisi dan menjebaknya.

MV5BMTYxNjk4MzcyOF5BMl5BanBnXkFtZTgwMzQ3OTQyMTE@._V1_SX640_SY720_
Sandra dan Beth tidak lagi bisa mengelak. Mereka akhirnya dibawa ke pengadilan dan dijatuhi hukuman masing-masing 10 tahun di penjara anak-anak. Yang paling menyedihkan adalah suasana saat dua bersaudara ini dipisahkan, karena sesuai keputusan pengadilan dua bersaudara ini tidak diperbolehkan saling kontak under any circumstances. Dua bersaudara yang selama ini saling menjaga, menyayangi dan menguatkan harus berpisah. Dunia boleh jadi neraka tapi tidak ada neraka yang lebih kejam dari memisahkan dua orang yang saling menyayangi. Raungan Beth dan Sandra adalah raungan anak-anak yang butuh pertolongan, anak-anak yang tak punya harapan pada siapapun untuk ditolong dan memilih mengatasi masalah mereka sendiri, dengan cara mereka sendiri. Hah, silakan mbrebes dulu.

Bukan tidak pernah meminta tolong tapi anak-anak seringnya tidak mendapat kepercayaan juga perhatian dari mereka yang mengaku dewasa, tua. Cinta Beth dan Sandra pada ibu mereka yang selalu dikenang sebagai seorang “Ibu Peri” telah dikhianati. Ada hidup yang lebih penting untuk diselamatkan, hidup mereka. Tak bisa memilih ibu, mereka memilih menyudahi hidup ibu mereka. No more suffering, yang dipikirkan. Bukan tak lagi cinta, tapi pada sebuah titik cinta itu harus dihentikan ketika sudah semakin tidak sehat.

Kisah Beth dan Sandra di film Perfect Sisters ini diangkat dari kisah nyata dari kejadian di Kanada. Satu dari entah berapa ribu atau juta kasus yang kurang lebih sama dihadapi anak-anak di dunia ini. Beth dan Sandra bisa dibilang masih beruntung, setidaknya mereka saling memiliki. Meski kemudian harus berpisah. Saat ini Beth dan Sandra sudah dibebaskan, setelah menjalani separuh dari hukuman, dan keduanya sedang menempuh pendidikan di bangku kuliah.

Bisa membayangkan jika kasus seperti yang mereka alami terjadi di negeri tercinta ini? Dihujat di media sosial juga oleh masyarakat sebagai anak durhaka, tanpa mencoba mengerti bahwa mereka hanyalah anak-anak, korban dari perpisahan orang tua.

Tidak ada yang sempurna, begitu juga dengan cinta. Manusia lahir dengan segala kekurangan dan kelebihan, cinta manusia bisa lahir dari persamaan juga perbedaan. Tapi ketika cinta dikhianati, berubah jadi benci, membunuhkah solusinya?

***

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s