Tidak Ada Tempat yang Aman, Sebuah (Macak) Review

Membaca judul film ini di hard disc salah seorang teman, aku langsung tertarik meng-copy. Judul semacam “tidak-aman” seperti ini biasanya menunjukkan genre film kesukaanku, horor atau thriller. Jebul-nya aku salah. Aku sedang membicaran film berjudul Nowhere Safe.

Film yang dibintangi oleh mbuh sapa jenenge, gurung kenalan tapi wis biasa nontok raine nang pilem-pilem Hollywood ini adalah film drama. Sebuah genre film yang hampir tak pernah kutonton. Film bagiku adalah sebuah hiburan dan nonton film drama tidak pernah bisa menghiburku, sebaliknya nggarai mangkel. Opo maneh lek sampek mewek-mewek, kukut, buos! Sama dengan ketidaksukaanku pada film humor atau lucu, film jenis ini kuhindari. Tapi berhubung sudah ditonton, karena sedang tidak punya film lain dan masih berharap ada adegan setidaknya pembunuhan, selesai juga menghabiskan waktu kurang lebih 75 menit dari sekitar 90 menit durasi film ini. Dicepetno, buos.

MV5BMTQ3NDQyMzYzNF5BMl5BanBnXkFtZTgwNzg2MzM2MTE@._V1_SY1200_CR106,0,630,1200_AL_

Nowhere Safe berkisah tentang seorang gadis remaja, seperti aku, yang harus pindah sekolah juga tempat tinggal karena mengalami bullying. Ceritanya dia difitnah dua teman perempuan di sekolahnya yang epok-epok jadi dia di dunia maya dan mengeluarkan kata-kata kotor pada teman juga sahabatnya, yang kemudian membuatnya dibenci. Bukan hanya ditinggalkan teman-temannya, gadis bernama Ashley ini juga dipukuli bahkan rumahnya dilempari boto.

Di tempat baru, Ashley yang sebelumnya adalah gadis riang berubah menjadi pendiam. Jadi sosok loner yang cool ngunulah, macam aku. Selanjutnya ya ngunu-ngunu dan ngunulah. Dibumbui ting-ting khas remaja, identitasnya terkuak, menimbulkan konflik antara dia dan ibunya juga teman laki-laki yang mulai dekat dengannya, dan diakhiri dengan sangat bahagia. Ashley mendapatkan kembali keriangannya setelah memutuskan tidak lagi sembunyi dari masa lalunya.

Tidak ada tempat yang aman untuk menyembunyikan masa lalu. Memilih menghadapi atau hanyut dan perlahan tenggelam di dalamnya adalah pilihan. Semua orang punya masa lalu yang akan menjadi sejarah hidup mereka. Seperti juga semua orang punya masalah masing-masing. Mau (cerita hidupmu) ditulis di status Facebook per lima menitan atau dicuit di Twitter yo sak karep. History is what you make it, sejarah adalah apa yang kamu buat, seperti kata-kata yang selalu diucapkan Guru Sejarah Ashley setiap mengakhiri kelasnya. Ah, jadi ingat aku pernah menulis sesuatu dulu, “akan kutulis takdirku sendiri, papa”. Yes, I’m making my history right now!

Meniru Ashley yang telah mengambil pelajaran berharga dalam hidupnya, aku juga ingin berbuat hal yang sama. Aku tidak ingin menyembunyikan lagi identitasku yang sebenarnya. Aku tidak ingin lari dari masa laluku. Aku ingin berdiri, dengan tegak, dan mengucapkan dengan lantang di depan kalian semua bahwa I am Spiderman!

***

Advertisements

2 thoughts on “Tidak Ada Tempat yang Aman, Sebuah (Macak) Review

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s