Selamat Merayakan Natal, Teman

Aku lahir dari keluarga muslim. Bapak, emak dan saudara-saudara jauh juga dekat setahuku muslim semua. Aku tinggal di sebuah kampung kecil dengan tetangga yang beragam. Ya, teman-temanku ada yang muslim, ada juga yang nasrani.

10866850_1011094825573124_212628605_n

Aku masih ingat dulu kalau Minggu aku sering sebel. Hari Minggu adalah hari yang ditunggu-tunggu, karena bisa bebas bermain, tak perlu pergi ke sekolah. Di hari yang seharusnya aku bisa bermain sepuas-puasnya dengan teman-temannku tapi ternyata beberapa temanku tidak bisa ikut karena mereka harus ke gereja untuk sekolah minggu.

10884705_1011079415574665_430443191_n

10863726_1011079558907984_879449516_n

Meskipun berbeda agama tapi tak pernah ada konflik di antara kami. Kalau pun bertengkar, gelutan, itu juga karena rebutan mainan atau hal-hal sepele lainnya. Mau krawus-krawusan, sampai harus digundul rambutnya, tapi tak membuat kami kapok berteman. Hampir pingsan karena didorong jatuh dari pohon, aku juga pernah. Sakit, tapi badan saja, tak sampai di hati. Besoknya kami tetap saja bermain seperti biasa.

Kalau musim lebaran tiba, tetangga akan berdatangan ke rumah, yang muslim juga yang nasrani. Sekadar mengucapkan selamat, bermaaf-maafan juga nggomongin resep kripik atau jajanan yang dipajang sebagai suguhan. Sampai saat ini pun masih seperti itu. Ya, di kampungku berlaku “Untukku agamaku, untukmu agamamu“.

10877591_1011079452241328_821546389_n

Saat kuliah, kalau pas natal, aku dan teman-temanku akan datang ke rumah teman yang nasrani. Bukan untuk maaf-maafan tapi untuk menyerbu masakan mamanya yang enak jaya! (arek-arek kurang ajar). Dan kalau lebaran, meskipun tidak datang ke rumahku (karena jauh), sang teman pasti akan mengucapkan selamat hari raya untukku juga teman-temannya yang muslim.

Entah aku yang kurang gaul atau kurang update informasi, aku kurang tahu mulai kapan mengucapkan selamat natal untuk keluarga dan teman jadi perdebatan yang ora mutu. Seperti juga aku yang muslim, aku yakin temanku yang nasrani tidak mengharapkan diberikan ucapan. Ah, ngapain juga membahas mereka.

Pagi ini aku dapat kiriman link untuk membuat boneka santa kertas. Pinginnya sih mengucapkan langsung sambil menyerahkan boneka kertas ini, tapi apa daya, jarak memisahkan kita. Jangan dengar kata mereka. Kita adalah teman, dan teman tidak pernah membedakan agama. Selamat merayakan natal, teman :*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s