Ceker (Ala Roro) Asyu

Selamat pagi!

Sik lara atine, ho oh? Gak popo penting gak males mangan ae. Masak ae yuk.

Jadi begini, sebagai manusia penggragot, ceker menjadi menu wajib konsumsi. Dan setelah beberapa hari hanya bisa membayangkan dan ngiler, pagi ini akhirnya aku masak ceker. Ini sekaligus sebagai jawaban atas tantangan Jon Mesha untuk memasak dengan bahan utama ceker, juga karena beberapa hari lalu si Maria ngeling-eling Rica-Rica Ceker di daerah Wonosari, di warung Mantup yang jos itu.

Bahan utama ceker ini bisa dibeli di tukang sayur atau pasar, bebas ceria. Kalau aku sih belinya di Ibu penjual sayur dekat kos. Tidak perlu memilih ceker yang mulus atau ber-kempol besar, cukup yang segar dan sehat saja. Oh iya, cekernya ceker ayam lho ya tapi lek koen seneng cekere mejo yo gak popo. Potong kuku-kuku ceker dengan pisau biasa, nggak usah pakai arit opo klewang. Biasa ae, pisau dapur cukup. Jangan juga pakai gunting kuku apalagi sampai dipotongin di salon, kesuwen selak keluwen koen ngko.

Setelah ceker tak berkuku, bersihkan juga kulitnya. Diguyur air saja, nggak perlu disabun atau diluluri. Masukkan ceker ke dalam panci dengan air mendidih. Masukkan juga daun salam, jahe dan garam. Tutup pancinya biar ceker tidak malu. Sembari menunggu ceker empuk dan ginjut, siapkan bumbu-bumbunya. Bawang merah, bawang putih, cabe rawit sesukamu, cabe merah dihaluskan. Ho oh, menghaluskannya dengan uleg-uleg, ojo atek lulur. Ih selot pinter deh kamu. Suka! Siapkan wajan dengan sedikit minyak goreng lalu tumis bumbu. Masukkan merica bubuk (kalau mericanya nggak bubuk ikut dialusin di bumbu tadi), garam dan gula.

Kalau kata temanku gulanya merah aja, jadi pedas dan manis. Kalau aku sih nggak suka masakan manis, jadi aku pilih gula pasir dan sedikit saja. Setelah tumisan bumbu wangi dan ceker sudah siap, masukkan ceker ke tumisan. Ambil sedikit air dari rebusan ceker tadi dan siramkan. Ojo disiram nang raine tonggone lho ya, siramkan ke ceker dan bumbu tumis di wajan tadi. Bolak-balik biar bumbu rata di ceker, kemudian tutup wajan alias kekep.Apinya kecil saja karena β€œapi kecil jadi sahabat, api besar jadi penjahat, awas apinya ngamuk bisa jadi kebakaran…” dan biarkan bumbu meresap sempurna ke dalam hatimu, eh ke dalam ceker.

Tunggu sambil sarapan, kalau aku. Setelah kenyang, menu ceker pun siap disajikan. Untuk memastikan masakanmu tidak beracun dan aman dikonsumsi, bagikan ke teman-teman kosmu. Jika mereka sehat setelah makan masakan yang di Internet diberi nama Ceker Setan ini, berarti kamu bisa ikut makan.

Oh iya, seperti biasa resep menu ini aku contek dari Internet dengan sedikit modifikasi. Ini adalah ceker pertama yang kumasak #cieee. Kunamai Ceker Asyu saja, karena yang habis makan masakanku ini pasti langsung misuh-misuh, setidaknya dalam hati bagi mereka yang menganggap misuh itu tabu. Masakanku ini cocok bagi mereka yang ingin punya bibir merah merekah. Dijamin setelah makan ini bibirnya akan seksi merona!

Mau nitip salam boleh?

Boleh!

Buat yang di kidul sana, jangan lupa makan ya. Matek koen ngko.

Selamat makan!

Ceker Berlumur (Darah) Perjuangan \m/

Ceker Berlumur (Darah) Perjuangan \m/

***

Advertisements

4 thoughts on “Ceker (Ala Roro) Asyu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s