Jaga Mulutmu!

Pernah kepikiran nggak, mulut kita ini seperti tempat sampah? Nggak? Yo wes. Tapi mbok coba dipikir, pisan ae. Ho oh, pisan ae cukup kok.

Jadi begini, semua yang masuk ke perut kita kan lewat mulut tuh. Sekarang kita bayangkan saja setiap hari kita makan berapa kali, apa saja. Dari sekian yang masuk itu tentunya ada yang nyantol di gigi kita. Sekarang coba kita buat perhitungan, yang nyantol-nyantol tadi itu kalau setiap hari ditambah (pasti bertambah), sekian tahun jadi berapa, jadi apa.

Yang nyantol-nyantol itu tadi biasa dinamakan plak atau dalam pengertiannya adalah lapisan yang menempel pada permukaan gigi dan terdiri dari berbagai mikroorganisme, termasuk bakteri streptokokus mutans (menurut amazine.co). Plak ini lama kelamaan akan jadi karang gigi atau kalkulus gigi karena bercampur dengan air liur. Namanya karang pastinya keras. Dan namanya kotoran kalau tidak dibersihkan akan mengganggu. Jadi, si karang yang satu ini harus dibersihkan dong.

Dari artikel yang sering aku baca, karang gigi kalau dibiarkan saja bisa menimbulkan masalah yang salahsatunya adalah penurunan gusi. Karang yang nempel di gigi, semakin banyak dan keras akan membuat gusi kita turun. Dengan turunnya gusi, maka gigi kita akan terekspos (akarnya), sehingga terlihat panjang-panjang. Gigi yang tersekspos tadi akan mudah tanggal alias gampang copot dan menyebabkan ompong. Karang gigi tadi juga mengganggu kesehatan gusi kita, yaitu jadi radang sehingga biasanya akan menyebabkan keluarnya darah saat menyikat gigi. Lebih lanjut tentu karang gigi yang berasal dari “kotoran” tadi akan menyebabkan bau tak sedap.

Nggak percaya? Coba saja sekarang kalau kamu habis bangun tidur, kamu ngomong. Apa yang kamu rasakan, baui?

Nggak bau tuh, biasa aja.

Yakin? Kalau kamu berumur di bawah lima tahun sih aku percaya. Adik-adik kecil itu bau mulutnya enak. Mau ileran juga masih oke.

Terus maksud tulisan ini apa?

Maksud tulisan ini cuma sharing aja sih. Merenungkan betapa mulut kita yang biasa mengumbar janji manis atau menelan janji manis ini #eaa terlalu banyak menyimpan sampah.

Emang kalau rajin sikat gigi nggak bakal mati?

Boto pun tahu sikat gigi tidak mencegah kita dari kematian meskipun menurut info yang aku baca yang namanya karang gigi tadi kalau dibiarkan bisa menyebabkan kelahiran prematur pada ibu hamil, gusi yang bermasalah bisa menyebabkan gangguan jantung. Poinnya adalah supaya kita lebih sadar dengan kebersihan mulut kita. Masak nggak seneng kalau mulutnya bersih, nggak bau?

Cara membersihkannya gimana?

Caranya (mencegah) adalah dengan rajin membersihkan gigi, sikat gigi minimal dua kali sehari setelah makan pagi dan sebelum tidur. Setelah makan, jangan lupa kumur-kumur. Untuk karang gigi silakan dibersihkan dengan pergi ke dokter gigi untuk scaling.

Scaling bisa mutihin gigi? Sakit nggak?

Scaling tidak memutihkan gigi. Lagian warna gigi itu berbeda tiap orang, ya seperti kulit kita gitu. Kalau dasarnya memang nggak putih ya nggak bakalan putih. Scaling akan menghancurkan karang gigi dan membersihkan gigi kita dari kotoran yang menempel. Sakit tidaknya tergantung kondisi gigi kita kok, juga dokter yang menangani sih. Kalau gigi kita lumayan bermasalah akan terasa sakit seperti ngilu. Yang pasti aman kok, mungkin awalnya ndredeg karena membayangkan bor masuk ke mulut kita. Tenang saja, pasrahkan pada dokter yang lebih tahu.

So, mari menjaga mulut kita (sendiri) sebelum menjadi penjaga mulut orang lain.

untune boyo.

untune boyo.

***

.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s