Mencoba Ratus

Jika sebelumnya aku menulis tentang pengalaman pertama merasakan body spa di salon, kali ini melanjutkan pengalaman, aku mau berbagi cerita tentang pengalaman mencoba ratus. Ceritanya, bukan hanya urip yang ambyar, body kuliku juga lagi-lagi ambyar. Oleh karena itu, pagi ini aku kembali menyambangi salon dekat kos. Ceritane macak arek eSteeM sing sak enake dewe lek mlebu sekolah (sing arek eSteeM nggak usah tersinggung, di tempatku dulu lek rodok “nakal” ngunu mesti diomong arek eSteeM. And guess what, gue mesti diomong arek eSteeM karo wong-wong. Wong kae, kae, karo kae!). Seperti kemarin paket yang kupilih adalah paket mini, yaitu pijat, lulur, masker, diuapi, macak lumba-lumba nang jeding, hair mask dan paket pilihan yang salah satu di antaranya adalah ratus.

Ratus, kalau kata Mbak di salon, adalah perawatan miss V (mbuh asline jenenge sopo) dengan cara diuapi. Tujuannya? Selain biar wangi juga bisa untuk perawatan buat perempuan yang menderita keputihan. Nah, berhubung paket yang kemarin aku nggak ngambil ratus, tapi milih totok wajah untuk memancarkan aura mbambung, kali ini aku mau mencoba perawatan adik kecil ini. Ya siapa tahu dengan ratus nanti anu-ku bisa cemlorot kayak punyae Ken Dedes. Siapa tahu.

Jadi perawatan ratus versi salon dekat kos adalah kamu duduk di kursi kayu yang berlubang tengahnya terus di bawahnya di kasih wowo. Wowo-nya ini ditaruh di tempat dari tanah liat yang ditambah dengan ramuan dari salah satu perusahaan kosmetik terkemuka di Indonesia. Pelanggan, me, harus duduk di kursi bolong itu. Sebelumnya aku dikasih dan diminta pakai kemben kombor. Jadi posisinya kursi dan wowo-nya dikurungi ngunu.

“15 menit ya, Mbak Rina,” kata Mbak salon.

Aku mengangguk.

Selama lima belas menit itu rasanya kayak menduduki wowo. Nggak panas kok, anget aja. Aroma wangi lawas semerbak. Karena penasaran akupun nginceng wowo yang ada di bawah kursiku lewat kemben kombor-ku yang mirip kurungan ayam itu. Nggak kelihatan. Peteng. Ya iyes wong ruangan perawatannya macam warung remang-remang pantura. Plus “kurungan ayam” warna coklat yang menambah suasana semakin gulita di bawah sana.

Baiklah, cukup dirasakan saja. Tidak ada rasa istimewa, hanya hangat. Apakah wangi? Nggak tahu, nggak bisa nyium. Yang pasti selesai perawatan ini, seperti biasa, efeknya adalah semakin merasa asyu. Pulang ke kos dengan badan segar dan otak yang lebih lurus. Btw, Mbaknya tadi, seperti juga para perempuan salon yang pernah menjamahku, bilang kalau awakku atos. Yak, lagi dan lagi komentar yang sama kuterima tentang body kuli ini.

Oh iya, tadi temanku bilang, ngko pasangen fotomu pas di-ratus. Hah! Bukan tidak setuju, ide bagus malah. Masalahnya adalah aku nggak mau blogku yang bermanfaat dan penuh martabat ini diacak-acak menteri tukang blokir bokep itu! Eh tapi ngapain takut juga, permintaan teman lebih mulia untuk diluluskan. Well, buos, this is for you.

1_1_cewek_cantik_seksi_hot_31Catatan: Foto ini tolong jangan disebarkan, cukup kita saja yang tahu.

***

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s