Tomang Yeah

Namanya Nindy tapi aku dan kakak-kakakku biasa memanggilnya Tomang. Cewek berkening lumayan lebar nan menonjol ke depan dengan rambut ala Rhoma Irama jaman semono ini kemarin baru saja menerima pengumuman sekolah baru. Kemarin, 27 Mei 2014, Si Tomang ini dinyatakan lulus SNMPTN 2014, diterima sebagai mahasiswa di Institut Pertanian Bogor. Mengharukan? Iyes, sedikit.

Pengumuman kemarin bertepatan dengan ulang tahun emaknya jadi semacam kado terindah begitulah. Selain itu yang juga membuat sedikit haru adalah dengan pengumuman kemarin itu Tomang akan kuliah tanpa biaya sepeserpun bahkan akan mendapat sangu selama kuliah.

Tidak terlalu mengejutkan kalau melihat prejengan Tomang ini. Dia adalah tipe anak yang “rajin dahulu lupa makan kemudian” yang dari kecil sudah menunjukkan kemampuannya di bidang akademis juga non akademis. Ya sebelas pitu likur-lah sama aku *macak pulisi tidur*.

Pengumuman kemarin mengingatkanku pada masa awal kuliah. Aku yang masuk jenis orang “belajar segan, lulus yo syukur” begitu senangnya pas dapat pengumuman diterima di sebuah PTN di Surabaya (nama sengaja disamarkan cek nggak ngisin-ngisini almamater. halah!). Senang meski kuliahnya dibiayai BTPN yang tiap bulannya dicicil dengan gaji pensiunan Papah Jenggot plus Sumbangan Dana Umat Kiri Kanan. Kesenangan yang kemudian berubah menjadi derai air mata buaya darat berekor buntung. Aku yang sudah dapat kos kala itu dini hari masih harus diantar Bapak ke kampus. Sore hari aku sudah sampai di rumah lagi dengan berurai air mata di pangkuan Emak.

“Aku emoh kuliah! Aku nang omah ae!”

Tangisan dan suara hati yang kulolongkan sore itu bak gadis perawan kinyis-kinyis yang dipaksa kawin dengan bandot tua beranak sepuluh, beristri lima. Tangisan yang membuat Bu Dhe juga para tetangga melongok ke teras rumahku. Tangisan njijiki seorang cewek yang sering dipanggil preman karena penampilannya karena tak bisa membayangkan hidup jauh dari emaknya. Iyes, aku pernah senajis itu.

Tapi aku yakin Tomang tidak akan seperti itu. Meski belum pernah jauh dari rumah untuk waktu yang cukup lama, dia gadis yang kuat. Paling kalau ada yang nangis ya emaknya hehe…

Selamat, Din. Belajar jangan cuma di kelas karena di luar lebih banyak lagi yang harus kamu pelajari. Hidup akan menghantammu, memukulmu jatuh tapi hidup juga mengajarimu berjalan, berlari, bersepeda, ngesot dan apapun itu teruslah bergerak. Tomang Yeah!

Image

Tomang berbaju kuning.

 

Advertisements

6 thoughts on “Tomang Yeah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s