Nggak Nduwe Utang

 

Image

Wajah-wajah bebas utang.

Kakak keduaku paling anti sama namanya hutang. Baginya hidup tidak akan tenang kalau kita punya hutang, apapun itu. Bukan masalah nduwe duit terus nggak perlu utang. Justru karena wes kerep ngrasakno nduwe utang. Prinsipnya adalah nduwe dientekno, nggak nduwe yo meneng ae alias tidak perlu mengada-ada yang tidak ada. Kalau tak pikir sih ho oh-ho oh saja. Pingin yo usaha, ndene gak oleh yo usaha liyo.

Ngomong-omong masalah hutang, kemarin memanfaatkan liburan pendek yang dipanjangkan bersama teman-teman aku pergi tamasya. Mulai dari ikut blusukannya anak Solo ke Magelang, mblusuk golek penginapan dan makanan sampai naik Gunung Prau, Wonosobo.

Image

(pic by Ken)

Berbekal tas ransel montok karena kepenuhan isi dan niat melupakan utang negoro perjalanan 4 hari pun dimulai dari Stasiun Tugu, Yogyakarta. Dipameri hotel murah meriah seharga 30ribu semalam tentu sangat mengiurkan apalagi ada embel-embel vintage. Tidak masalah tuanya, tidak masalah tempat tidur, lokasi atau perkakasnya karena kata murah sudah langsung menggeser lainnya ke posisi sekian. Tapi, menjadi masalah ketika “tempat nongkrongnya” tidak layak. Bagi aku yang akhir-akhir ini semakin hobi nongrong lama-lama di WC dan bisa lebih dari sekali sehari tentu ini adalah tantangan berat yang kupilih tak kuambil tapi tinggalkan. Sayang tidak ada foto, tapi percayalah tanpa bukti fotopun hatiku untukmu.

Maka di antara hujan yang turun malam Minggu itu, kami bertiga pun pindah penginapan. Dan akupun langsung tidur nyenyak walau sempat mimpi dikejar monster monyet yang sangat besar.

Museum Diponegoro, Magelang.

Museum Diponegoro, Magelang.

Cantik depan apa belakang? (pic by Anggit)

Cantik depan apa belakang? (pic by Anggit)

Esok harinya jalan bareng dengan @blusukansolo mengunjungi bangunan-bangunan tua di Magelang. Lumayanlah menghitamkan kulit putihku ini *mengheningkan cipta*. Mulai dari alun-alun Magelang sampai Museum Diponegoro yang areanya disebut Karisidenan (kalau nggak salah) yang pemandangannya siang itu sungguh aduhai juga menikmati es krim di toko es krim tertua plus makan sup kacang merah di Waroeng Makan Voor de Tidar. Minggu malam, kami bertiga memisahkan diri dari rombongan dan mulek nggolek penginapan.

Tart dari Solo sampai ke Wonosobo.

Tart dari Solo sampai ke Wonosobo.

Senin pagi, setelah menyusuri pasar untuk belanja dan mengisi perut, perjalanan dilanjut menuju Wonosobo tepatnya daerah Patak Banteng bersama tambahan personil dua ekor yang sebelumnya menunggu di Terminal Magelang. Selanjutnya lagi silakan dilihat sendiri wajah-wajah tak punya hutang ini katuken di Gunung Prau, Wonosobo.

Mencumbu Sunrise.

Mencumbu Sunrise.

Superman isn't dead? (pic by Anggit)

Superman isn’t dead? (pic by Anggit)

Trio Kwek-Kwek? Iyes, sama dua pembantu.

Trio Kwek-Kwek? Iyes, sama dua pembantu.

Tanpa Anggit foto ini tidak akan ada. (pic by Anggit).

Tanpa Anggit foto ini tidak akan ada. (pic by Anggit).

Sekian dan terima pembayaran hutang.

 

Advertisements

6 thoughts on “Nggak Nduwe Utang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s