Kemping Hore

Image

Band Canting, ki ka: Maria: Peniup Sangkakala, Roro Asyu: Penjaga Toilet, Gondrong: Penabuh Ecek-ecek. Foto dari kamera Maria.

Singkat, padat dan tidak jelas bukanlah moto kami tapi apa yang kami lakukan kemarin. Aku, Maria dan Gondrong dari Band Canting Sabtu kemarin menggelar Kemping Hore. Lokasi kemping kami kali ini adalah Pantai Greweng, Gunung Kidul, Yogyakarta. Dan hujan yang mengguyur Yogyakarta kemarin setia menemani perjalanan kami.

Malu bertanya sesat di jalan, itu bukan kami. Kami banyak bertanya, banyak dapat jawaban (yang berbeda). Ada yang bilang 15 menit, ada yang bilang 1 jam perjalanan, ada yang bilang sembilan puluh menit. Yang satu bilang lewat sini, yang lain bilang lewat sana. Kebanyakan bilang yang intinya sama, hujan-hujan kok kemping. Semua mungkin benar, hanya saja hujan membuat jalan tak seperti jalan tapi berubah jadi sungai-sungai kecil. Beruntung kami bertemu seorang laki-laki, yang jika kami bertemu 30 tahun lalu pastilah dia ganteng, yang membantu kami menunjukkan arah. Tapi kami tidak nyasar lho, kami hanya menemukan jalan lain.

Sampai di lokasi hujan masih setia. Baju kami sudah kuyup. Mendirikan tenda, masak, makan. Kami yang membuat bivak dari mantel tidak menyadari kalau hujan sudah reda. Kami mengira air dari tebing yang terus menjatuhi mantel kami adalah hujan. Satu dua bintang keluar meski langit masih mendung. Hampir satu jam kami berusaha membuat api unggun dari bambu-bambu kecil yang kami temukan. Hanya sekitar setengah jam kami bisa menikmatinya karena hujan kembali jatuh.

Image

Jika kamu melihat tenda ini lurus mungkin otakmu yang miring.

Image

Sop Ambyar Hore.

Image

Jemuran.

Masuk tenda, tidur. Tidak terlihat matahari terbit, hujan masih setia. Jam tujuh pagi kami baru keluar tenda. Masak dengan kompor yang entah kenapa ngambek setelah nasi berhasil jadi bubur. Hore, karena kami akhirnya berhasil menyelesaikan Sop Ambyar dengan kompor yang harus dipegangi terus tombolnya.

Berangkat hujan pulang hujan juga dong, biar nggak iri. Kemping hore pun berakhir dengan tubuh njedindil, motor mogok kehabisan bensin dan kulit merah-merah gatelen. Hujan-hujan kok kemping? Karena kemping akan selalu hore selama kamu bisa menikmati setiap moment, apapun itu. Hey, bahagia itu seksi!

Image

Api Unggun pic by Maria.

 Image

***

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s