Alas

Jika dihitung saya ngonthel sudah lebih dari 3 bulan. Banyak hal terjadi selama per-ngonthel-an saya itu. Mulai dari tatapan juga klakson-klakson gemes yang berharap saya segera enyah dari jalan mereka, nabrak pembatas jalan sampai nyaris nubruk dan ditubruk kendaraan lain.

Jalanan di negara ini tidak ubahnya alas alias hutan bagi saya, pemula yang sedang belajar sembuh dari trauma juga ketakutan saya di jalan raya. Seorang dukun berpesan pada saya agar selalu waspada di jalanan. Kali ini saya setuju. Lengah sedikit saja nyawa taruhannya dan itu sempat kualami kemarin ketika tak sadar melamun pas bersepeda.

3 bulan yang menyenangkan dan sangat bermanfaat. Terbiasa bergerak rutin membuat badan ini ikut terlatih. Tidak gampang capek, tidak sering-sering mecucu, semakin eksotis (baca: gelap) mesti body-nya masih begini-gini saja. Yang paling ngefek sih jadi lebih semangat “mbabat alas.”

Everyday is the last day of your life, hari ini bisa jadi hari terakhirmu di dunia. Berhati-hati saja kadang tidak cukup karena orang byayakan selalu ada di dunia ini. Hari ini mungkin saja hari terakhirmu maka mengisi hidup, hari, tanpa piknik adalah sebuah kesia-siaan yang nyata. Dan bagi yang kurang piknik atau suka piknik tapi sik ae nggomblohi, paijo, uripo nang alas ae le, karo singo!

Image

Advertisements

4 thoughts on “Alas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s