Sekali Lagi Piknik

Image

Matahari Terbit Dilihat dari Gunung Prau, Wonosobo.

 

Bukan untuk menaklukkan gunung, tak secongkak itu. Bukan mengejar matahari terbit yang katanya indah, atau matahari terpenam yang katanya romantis, bukan. Matahari terbit di atap kos tidak kalah indah, pun juga matahari terbenamnya tak kalah syahdu. Mataharinya sama. Ini tentang piknik. “Rutinitas membunuh kreativitas,” katanya seperti itu dan aku percaya.

Tambahkan juga untuk mengenal diri sendiri, juga orang lain. Tubuh lelah dan perut kosong sering menjadi cermin seperti apa rupa kita sebenarnya. Kalau ingin sok kece lagi ini tentang pelajaran hidup yang sekali lagi memberi bukti bahwa perjalanan, proses, jauh lebih penting dari tujuan perjalanan (hidup) itu sendiri.

Selalu menikmati perjalanan. Menjadi satu dari sekian titik hitam yang tersebar di bumi ini. Mengalahkan rasa mual, pegal, sakit yang seringnya hanya sementara tapi tak jarang menghentikan langkah, menyerah. Pemandangan indah adalah bonus karena keindahan tak juga mutlak. Maka foto ini pun bisa jadi tak indah, tak seindah yang kulihat dengan mataku sendiri, tak seindah matahari terbit yang kau pernah lihat, mungkin.

Kata Miley Cyrus, “Urip kuwi pendakian ning pemandangane kece.” Selalu ada patah, sakit tapi bukan untuk berhenti karena jika kita bijak apa yang kita terima di balik itu lebih dari cukup untuk membuat kita menyadari bahwa sik iso ambegan adalah nikmat tak terhingga. Selebihnya silakan diusahakan sendiri.  

Image

Beberapa Puncak Gunung Bisa Dilihat dari Gn. Prau.

 

Advertisements

9 thoughts on “Sekali Lagi Piknik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s