Mbambung Cantik

Perahu mainan adik-adik di Jatimalang yang sempat kami temui.

Perahu mainan adik-adik di Jatimalang yang sempat kami temui.

Pantai Jatimalang.

Pantai Jatimalang.

kakisebangku

kereta

“Ke Kutoarjo nyari apa? Nggak ada apa-apa di sini.”

Bukan sekali dua kali aku dan temanku menerima pertanyaan dan pernyataan serupa di atas ketika kemarin kami sepakat mbambung ke Kutoarjo, Jawa Tengah. Dan hampir selalu sama, kami hanya tersenyum, tak bisa menjawab.

Kereta pagi Pramek Yogyakarta-Kutoarjo yang kami naiki mulai bergerak meninggalkan Stasiun Tugu tapi aku dan temanku masih belum tahu hendak ke mana kami nanti, apa dan siapa yang akan kami tuju di Kutoarjo. Pun ketika kereta sudah berhenti di Stasiun Kutoarjo kami hanya berjalan dan kemudian memutuskan naik angkot, menuju Purworejo.

“Pokoknya nanti kita ke pasar,” begitu kataku.

Ya, sebagai (calon) emak-emak yang mungkin akan segera menjadi Menteri Ketahanan Pangan dan Pasar, kami punya kesukaan yang sama, suka blusukan ke pasar. Aku sendiri dari kecil paling suka kalau diajak, jalan-jalan ke pasar. Melihat hiruk pikuk pedagang dan pembeli, sayuran juga bumbu-bumbu dapur yang dijajakan, ikan-ikan juga ayam-ayam yang bertelanjang dada (lha sopo yoan sing kate nglambeni) rasanya damai.

Di atas angkot yang membawa kami ke Purworejo iseng-iseng temanku menanyakan ke adik cewek yang duduk di sebelahnya. Dia tanya tempat wisata apa yang bisa dikunjungi di kota ini. Si adik cewek menjawab, “Pantai Jatimalang.” Setelah mengelilingi Pasar Purworejo, sebentar, kami memutuskan mencari pantai ini. Masih terlalu pagi, jam 09.00, dan rugi jika kami hanya di pusat kota saja. Kami harus bersabar karena angkot yang bisa membawa kami ke Pantai Jatimalang jarang sekali. Dan benar saja setelah setengah jam kami baru dapat angkot ini. Itu pun kami harus rela diturunkan di setengah perjalanan kami, di Purwodadi. PHP tidak hanya terjadi antara hubungan laki-laki perempuan tapi juga penumpang dan sopir angkot.

Kleleran di pinggir jalan, pinginnya di tengah jalan sambil nyari perhatian gitu, kami berdua menunggu 30 menit sampai angkot menuju Jatimalang (beneran) datang. Di angkot kami bersama ibu-ibu dan mbah-mbah yang bercerita tentang mahalnya barang-barang di pasar. Ah, perjalanan selalu lebih menyenangkan dari tujuan. Bertemu orang-orang yang tak dikenal sebelumnya, melewati hamparan sawah hijau, juga percakapan dengan orang-orang di angkot yang kadang lebih akrab dari teman lama.

“Terminalnya di sini,” kata sopir angkot yang masih belia itu. Aku dan temanku saling berpandangan sambil tersenyum. Terminal yang dimaksud adalah halaman depan sebuah rumah, yang juga toko, yang agak luas. Sepi. Panas. Pantai Jatimalang seperti yang dibilang seorang ibu di angkot yang kami naiki tadi memang tidak bisa dibilang indah, bagus. Ombak besar terlihat ketika kami mulai melangkah mendekat. Kapal-kapal nelayan bersandar di pinggir pantai. Warung satu dua saja yang buka. Selain aku dan temanku hanya ada sepasang “kekasih” yang terlihat di pantai siang kemarin.

Kembali ke Purworejo kami kembali mengelilingi pasar kemudian ke Kutoarjo lagi untuk mencari penginapan. Sebuah hotel dekat alun-alun kami putuskan menjadi tempat istirahat kami. Sore menjelang Magrib kami ngabuburit di alun-alun. Alun-alun yang dikelilingi warung-warung tak permanen itu lumayan ramai sore kemarin. Sedang ada pertandingan sepak bola di sana.

Minggu pagi aku dan temanku memutuskan ke Pasar Kutoarjo. Selain ingin mencari oleh-oleh yaitu tempe kedelai hitam, yang ternyata sudah tidak ada lagi, kami ingin “survey” pasar lagi. Lagi-lagi pandangan mata “cari apa di Kutoarjo” kami temui sepanjang kaki kami melangkah. Kutoarjo sepertinya tidak terbiasa mendapatkan pelancong tukang mbambung nggak jelas seperti kami. Tidak ada yang salah, tidak juga pandangan dan pertanyaan yang kami terima sepanjang langkah kaki kami. Kami hanya suka berjalan, itu saja.

“Kami perempuan. Kadang kami suka sekali cemberut. Seringnya hal remeh membuat air mata kami meleleh dan hal besar membungkam bibir kami. Kami perempuan, kami tahu caranya bersenang-senang.”

***           

Advertisements

2 thoughts on “Mbambung Cantik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s