Piknik “bike” untuk Hidupku!

Image 

 

Kita Aku tidak pernah tahu berita apa yang dibawa matahari setiap pagi menjelang. Pun, tak pernah tahu ditutup dengan kisah apa tidurku tiap malam. Yang aku tahu, aku akan baik-baik saja, dengan senyum ataupun tangisan. Pernah kukisahkan kalau “Aku akan menulis takdirku sendiri” dengan atau tanpa persetujuan. Meski kemudian banyak hal terjadi yang memaksaku mengganti coretan, coretan yang sudah kugoreskan.

Life is too short for so much sorrow,” kata-kata ini kudengar dari serial yang kutonton beberapa hari yang lalu, American Horror Story.Urip pisan ambyar” yang ini kata temanku. Maka ketika menyadari semakin jauh dari moto yang pernah digembor-gemborkan yaitu, “Jangan pernah lupa bersenang-senang” beberapa hari terakhir aku kembali mengayuh roda kehidupan (ketoke apik iki istilahe).

Bersama dua orang teman diputuskanlah kemarin kalau kami akan piknik nggak cantik. Bersama sepeda masing-masing (sing siji silihan sih) kami bertiga sepakat kumpul di Bundaran HI  UGM. Ya ceritanya piknik sambil bersepeda, dan atau sebaliknya. Aku selalu percaya tempat tidak pernah lebih penting dari hati juga demi terus berpegang pada pedoman “Mengeluarkan uang sesedikit mungkin, bersenang-senang sebanyak-banyaknya” kami memilih atap kosku untuk piknik. Kasur busa dekil, peninggalan anak kos yang sudah keluar, adalah modal utama kami.

Image

“Senjane apik, lik!” salah seorang teman terus saja berteriak. Maka setelah mengumpulkan bekal pengisi perut kami pun mengayuh sepeda kami ke kosan. Tak lama setelah sampai di atap, adzan Magrib berkumandang. Mie ijo yang kata Mbak penjualnya adalah spaghetti kujejalkan ke mulutku meski eneg (eneg kok entek). Tiga orang anak kos yang masih tersisa ikut bersama kami menikmati momen angslupnya matahari sore kemarin. Sempat turun sebentar untuk mengasah bakat modeling, kami bertiga naik lagi ke atas dengan tambahan perlengkapan, bantal dan selimut.

Image

 

Image

Image

Image

Memandang langit dengan bintang dan bulan tidak pernah membosankan. Apalagi bersama teman-teman tersayang (hih!) plus hasil download-an lawakan Samidi, yang dari Cilacap itu, piknik kami semakin awesome. Karena tak ingin masuk angin, adem, kami pun turun untuk mengisi perut kami di Burjo terdekat sebelum kemudian tidur. Selebihnya lihat di foto saja ya, aku males nulis. Yang pasti kami aku menikmati piknik semalam. Piknik “bike” untuk Hidupmuku!

 

***

 

 

 

 

Advertisements

5 thoughts on “Piknik “bike” untuk Hidupku!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s