Tuhan Itu Serba Pas

Apa kamu suka tidur dengan jendela terbuka? Ini “pelajaran” untuk yang suka tidur tanpa menutup apalagi mengunci jendela. Kemarin malam, aku yang tidak pernah menutup jendela kamar langsung tertidur setelah tak kuat melanjutkan nonton Stand Up Comedy-nya Kompas TV. Jendela kaca besar yang tak terkunci itu begitu mudah dimasuki oleh siapa saja yang mau, meski tentu harus berhati-hati karena aku meletakkan sebuah akuarium kecil di tengah-tengah. Seseorang yang ternyata tak sendiri, masuk ke kamarku, menyalakan lampu dan menangkap basah aku yang sedang tidur dengan seorang laki-laki dengan posisi yang masuk kategori bobok cantik -___-Image

Gerombolan yang mesti aku yakin menyayangiku itu tak kusangka akan melakukan hal semanis ini. Mereka menyanyi, membelikanku kue juga menghabiskannya. Lah?

Image

Maka inilah yang terjadi kemarin malam…

Image

 

 

 

 

 

 

 

Image

 

 

 

 

 

 

 

Image

 

 

 

 

 

 

 

 

Terima kasih ya, sebagai Wa’ Gank aku bangga pada kalian *kecup satu-satu.* Eh tapi bukan itu saja lho, tadi malam pas makan malam bareng di warung penyetan mereka minta pengamen nyanyi lagu ulang tahun buat aku plus kado buat Gendut. Cie…cie… *icin tapi seneng*

Sekali pamer jangan nanggung, kemarin dapat kiriman dari adik tersayang. Buatan sendiri lagi, ah….

Image

Dia bikinin aku frame foto dan ngumpulin foto-fotoku mulai dari jaman sebelum PKI sampai yang terbaru. Tapi tetep ini yang paling keren (lihat foto di bawah)…

Image

Dari sekian ucapan ada satu ucapan yang sepertinya gimana gitu. Kalo diambil kesimpulan mungkin seperti ini, ternyata banyak yang entah tidak rela, entah tidak suka kalau aku kurus.

Image

perhatikan kata-katanya -___-

Mau tahu doaku kemarin? *sok artis*

Hahaha aku tak berdoa. Sempat kutanya kakakku apa rencananya (yang ulang tahun siapa, yang ditanya siapa). Dia menjawab, dia tak punya rencana. Dia hidup untuk saat ini. Pas! Aku sendiri tak punya rencana, meski bukan tak punya keinginan atau mimpi (atau itu bagian dari rencana?). Jadi moto kami adalah “Forget yesterday, fuck tomorrow. I live for today!”

Di ulang tahunku yang ke tujuh belas kali lima dibagi tiga kurangi enam (itungen dewe, Lik) satu hal yang kupelajari (sok iso sinau) Tuhan itu selalu pas, serba pas. Maka meragukan diri sendiri adalah perbuatan yang sangat merugikan juga keterlaluan.

 

Advertisements

6 thoughts on “Tuhan Itu Serba Pas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s