Mari Berkebun!

Suka makanan pedas? Emoh makan kalo nggak ada sambel? Suka setruk karena harga cabe mahal? Santi, ditenangno sik pikire, tak ceritani ya…

(Hampir) setiap pagi selesai masak (nggoreng tempe utawa endog ki yo termasuk masak, Lik!) ini yang kulakukan, ngramut tanaman cabeku yang mulai tumbuh.

Image

dok. negara

Ini adalah peralatan yang biasa aku pakai. Gunting buat motong botol bekas, gelas plastik buat “ciduk” tanah dan sedotan untuk memberi nafas bantuan.

 

 

 

 

Image

Biar tanaman cabe bisa tumbuh maksimal kata ahli harus dipisah, lek jareku yo cek nggak gelutan. Untuk itulah memanfaatkan botol-botol bekas dan tanah peninggalan anak kos juga sebagian tanah Ibu Kos aku pisah-pisah tanaman cabeku. Gambar bisa dilihat di bawah…

Image

Image

Temanya memang memanfaatkan apa yang ada, sak onoke maksude. Jadi selain belajar berkebun aku juga sekaligus belajar mulung. Kalo liat botol minum bekas tergolek tak berdaya langsung deh mata ini kedip-kedip kemudian perlahan mendekat, selanjutnya yo ngunu lah…

Tulisan ini sekaligus menjawab pertanyaan beberapa teman dan mungkin juga teman-teman yang membaca ini bisa membantu menjawab jika ada pertanyaan seperti, “Iku Rina, arek ayu, sehat, semok dan bersahaja lapo ae penggaweane nang Jogja?” (coret yang tidak perlu) kalian sudah tahu jawabannya.

Kembali ke tanaman cabe, setelah dipisah-pisah satu tanaman satu “pot” diharapkan mereka akan tumbuh secara maksimal dan segera menghasilkan cabe yang imut-imut dan seksi. Sedikit yang perlu dipikirkan kembali saat ini adalah mencari tempat baru untuk mereka karena tanaman cabe yang lain mulai tumbuh dan butuh segera dipindah dan tentu butuh ruang baru agar tidak berdesakan.

Image

Yang pasti daripada hanya memikirkan apa yang kita tidak punya, kurang, kenapa tidak segera bergerak dan melakukan apa yang kita bisa juga inginkan. Mari berkebun dan wujudkan anak kos sebagai soko guru, penopang ketahanan pangan negara bangsa agama masyarakat keluarga perut sendiri. Sekian dan menerima kiriman tanah, pot, benih cabe juga botol bekas.

 

Advertisements

5 thoughts on “Mari Berkebun!

  1. Pingback: Lombokku Lemu-lemu | Coretan Tanpa Tinta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s