“Udud Dulu…”

 

 

 Windows-Black-Screen

            “Mbaknya Slanker ya?”

            Pertanyaan itu kudapat beberapa tahun lalu dan hanya kujawab dengan senyuman. Sambil terus melangkah kuperhatikan dandananku. Celana jeans, kaos oblong dan sneaker. Apa yang membuat laki-laki yang berjalan berlawanan arah denganku tadi berpikir kalau aku seorang slanker, batinku.

            Meskipun sering mendengarkan lagunya, sering mendendangkan lagunya, kurasa aku masih jauh untuk bisa disebut seorang slanker. Akhirnya sepanjang jalan aku hanya tersenyum sendiri tanpa menyadari kalau gambar di kaos yang kupakai mirip sekali dengan simbol yang biasa diasosiasikan sebagai simbol band ini, kupu-kupu.

            Tadi malam, 23 Desember 2012, akhirnya aku punya kesempatan nonton konser band ini. Bersama seorang teman aku meluncur di stadion Kridosono, Yogyakarta, bergabung bersama para slankers. Yogyakarta adalah kota ke-41 yang disambangi Slank dalan rangkaian konser ulang tahunnya yang bertajuk Loe Gue Friend. Berkolaborasi dengan Ki Ageng Ganjur dan dalang Ki Enthus Susmono, konser semalam menampilkan hal yang berbeda.

            Bukan hanya disuguhi lagu-lagunya yang membuat tubuh langsung bergoyang, slankers juga kompak turut bernyanyi mengikuti Kaka dan kawan-kawan. Yang mengejutkan di sela-sela konser beberapa lampion diterbangkan, kata temanku jumlahnya pasti dua puluh sembilan, membuat perhatian kami yang tadi tertuju ke panggung langsung beralih. Aku jadi teringat pesan singkat yang dikirimkan salah satu teman yang meminta aku mencium teman nonton konserku tadi malam. Permintaan yang kubalas, “Ho oh. Ngko lek pas lagune romantis cek membekas.” Sebuah permintaan yang njancuki sekali mengingat teman nonton semalam adalah makhluk sejenis yang lebih pas kalau dijadikan gantungan kunci daripada rekan lesbian. Hahahahaha, sepurane syu….

            Berdiri di antara sekian banyak laki-laki, aku dan temanku menemukan sebuah benteng yang cukup aman untuk melindungi kami dari tabrakan, senggolan dan lain-lain. Benteng yang bukan hanya tinggi tapi juga kokoh itu sepertinya masih punya hubungan darah dengan Hulk, terima kasih. Diakhiri dengan lagu Kamu Harus Cepat Pulang, bendera-bendera besar yang dibawa para slankers masih semangat berkibar. Puluhan kembang api yang dinyalakan dari belakang panggung di akhir acara membuat konser semalam semakin meriah.

            Jadi apakah sekarang aku seorang slanker? Slankers, Doggies, Kamtis, Outsiders, Maggots, name it! Aku menikmati hampir semua musik terutama yang disajikan secara live. Lagipula apapun selera musikmu, seperti kata Ki Enthus semalam yang penting adalah, “Udud dulu!”

 

***

Advertisements

4 thoughts on ““Udud Dulu…”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s