“I Hate Slow!”

            Anto hampir saja membanting telepon genggamnya. Tak dilakukannya tentu saja. Mana mungkin merusak benda yang menjadi satu-satunya teman yang dia miliki saat ini. Ketika hampir semua temannya bersenang-senang bersama teman-teman mereka, Anto malah menyendiri. Anak laki-laki yang belum genap setahun berseragam abu-abu itu memilih berada di perpustakaan.

            Dilirik sekelilingnya. Sepi. Sejak sekolahnya bekerja sama dengan provider telekomunikasi para siswa bisa bebas berselancar di dunia maya selama jam sekolah. Diketok-ketok telepon genggamnya ke atas meja, mencoba mengusir gemas. Sudah lima menit dan dia belum berhasil mengunggah fotonya, foto yang dia buat khusus untuk seseorang.

            “Sial!”

            Tentu umpatannya itu tak benar-benar dikeluarkannya. Jam istirahat seperti ini hampir semua anak memanfaatkan wifi dari sekolah, membuat jaringannya padat dan lambat. Dan kartunya, lagi-lagi Anto hanya bisa memaki dalam hati. Sudah beberapa kali dia ganti kartu tapi belum ada yang memuaskannya.

            Semua itu demi seorang gadis hitam manis yang selama enam bulan ini menjadi teman sekelasnya. Erika namanya. Gadis berambut hitam sebahu itu hari ini sedang berulangtahun. Sebenarnya Anto ingin mengirimkannya tadi malam, tepat saat pergantian hari tapi dia tertidur. Terlalu memikirkan apa yang akan terjadi besok membuatnya sulit memejamkan mata dan justru pulas pada saat alarmnya berbunyi.

            Anto hampir saja menjatuhkan telepon genggamnya ketika matanya tak sengaja menangkap sosok Erika di sudut perpustakaan. Berbeda dengan teman-teman perempuannya, Erika memang lebih suka menghabiskan waktu istirahatnya untuk membaca buku. Sesuatu yang membuat Anto semakin suka pada gadis itu.

            “Makasih ya, fotonya keren.”

           Sayup terdengar oleh Anto suara merdu Erika. Bukan padanya tapi pada anak laki-laki di sampingnya. Anto membanting telepon genggamnya, tidak, bukan hanya membantingnya tapi Anto menginjak-injak telepon genggamnya. Tidak, tidak benar-benar dilakukannya tapi dalam bayangannya saja yang sedang kesal karena gadisnya saat ini terlihat akrab dengan laki-laki yang juga teman sekelasnya. Dia terlambat.

            “I hate slow!” kali ini benar-benar diteriakkannya.

           i hate slow

Advertisements

6 thoughts on ““I Hate Slow!”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s