Aku Tak Tahu

“Golek opo nang gunung?”

Seperti itulah pertanyaan bapakku pada kakak tertuaku. Sebuah pertanyaan yang sebenarnya ditujukan padaku tapi tak diucapkannya langsung padaku.

Aku hanya tertawa meski kemudian aku menjawab asal-asalan, bukan ke bapakku tapi ke kakakku yang menyampaikan pertanyaan itu. Aku tak tahu apa yang kucari di gunung juga pantai. Aku tak tahu apa yang kucari ketika aku bersusah-susah memanjat tebing karang yang bukan hanya tajam tapi juga terjal. Aku tak tahu kenapa aku mau berpanas-panasan di bawah terik matahari, berjalan puluhan kilometer dan membeku di dalam tenda kecil di atas bukit. Aku tak tahu.

Yang aku tahu aku tak pernah betah berdiam terlalu lama, duduk manis dan memasang muka baik-baik saja. Meski belum tahu betul yang kucari aku yakin bukan seperti itu yang kuinginkan. Seperti inikah yang kau rasakan, Gie?

“Kehidupan sekarang benar-benar membosankan saya. Saya merasa seperti monyet tua yang dikurung di kebun binatang dan tidak punya kerja lagi. Saya ingin merasakan kehidupan kasar dan keras … diusap oleh angin dingin seperti pisau, atau berjalan memotong hutan dan mandi di sungai kecil … orang-orang seperti kita ini tidak pantas mati di tempat tidur,” – Soe Hok Gie.

foto oleh Faa.

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s