Oseng-Oseng Mercon Mawut

”Masio pintere yok opo, sekolahe duwur, masak yo mesti (kudu iso)…” -Mbak Mi, rewang sebelah rumah.

Meskipun belum pernah dan belum bisa masak (masak air, masak mie gak diitung syu, mosok ngunu iku masak) aku selalu yakin kalau aku pasti bisa, dalam kecenderungan pintar, masak (pede). Ini bukan hanya tentang kepercayaan diri yang mungkin berlebih tapi lebih pada melihat pengalaman orang-orang terdekatku. Emak, kakak-kakakku dulu bukan perempuan yang bisa masak, megang peralatan masak juga nggak pernah kecuali untuk dicuci. Tapi semua itu berubah ketika mereka menikah. Mereka berubah menjadi perempuan yang masakannya JUARA, bagiku terutama. Jadi wajar dong kalau aku berpikir demikian (Nggak wajar yo nggak popo, lha mosok aku ngurus. iki lho tulisanku dewe, blog-blogku dewe *ngejak gelut*).

Beberapa hari ini, hampir setiap hari, aku belajar masak. Masak dalam arti seutuhnya karena aku tidak mendapat bantuan dari siapapun, paling sebelum masak aku tanya kakakku hanya untuk memastikan caranya. Beberapa masakan berhasil kubuat, tidak sempurna tapi layak makan (perkedel gosong juga layak makan kok).   Maka pagi ini untuk kesekian kali aku akan kembali mencoba kemampuanku.

Hampir setahun tinggal di Jogja, sampai saat ini lidahku belum menemukan makanan yang pas kecuali satu yaitu Oseng-Oseng Mercon. Ya dari sekian banyak makanan yang kutahu dan kutemui di Jogja hanya makanan ini yang pas dengan seleraku. Eh ada satu lagi ding, penyet sambal bawang (tapi itu bukan masakan yang berkuah, hanya nasi, lauk dan sambal saja jadi nggak usah diitung). Maka pagi ini setelah googling resep di Internet aku pun mencoba membuatnya sendiri.

Kata kakakku masakanku sebelumnya kebanyakan bawang merah dan bawang putih. Menurutku sih nggak soalnya aku ingat pesan emak dulu kalau masak itu bumbu harus banyak, nggak boleh pelit. Tapi karena pagi ini aku niru maka bumbu disamakan, sesuai dengan petunjuk. Nggak cuma satu resep, aku baca beberapa resep untuk masakan yang sama (semakin banyak sumber kan semakin bagus, ya nggak?).

Resep yang berbeda membuatku harus memilih dan memilah mana yang kumau maka bumbunya pun akhirnya sesukaku. 7 Bawang merah, 4 bawang putih, cabe sebanyaknya sesuai selera, garam, gula. Kalau dari resep sih ada daun salam tapi di rumah nggak ada. Bukan hanya bumbu yang berbeda tiap resep tapi caranya juga nggak sama. Akhirnya lagi-lagi aku modifikasi sendiri. Oh ya, Oseng-Oseng Mercon itu kan bahannya tetelan daging, nah semalam itu aku salah bilang kikil ke kakakku. Daripada ke pasar beli lagi lanjutlah dengan bahan yang ada, yang pentingkan masaknya dulu, bisa apa nggak.

Bumbunya, cabenya nggak banyak karena bikin dalam porsi kecil.

Bahan yang salah, harusnya bukan kikil kayak gini.

Kikil direbus trus dipotong dadu. Bumbu diungkep trus dihaluskan. Setelah itu bumbu ditumis dan potongan kikil dimasukkan. Tambah air sedikit, aduk dan tunggu sampai masak. Kurang lebih seperti itu tadi masaknya. Kalau dilihat dari penampakannya sih oke-oke saja tapi kalau rasanya tunggu nantilah.

Oseng-Oseng Mercon Mawut.

Eh ngomong-ngomong ngapain belajar masak, kan nanti juga bisa sendiri kalo sudah waktunya?

Jadi begini saudara-saudara, aku kan sudah sering tuh kluyuran, mbambung dan mencoba pangalaman-pengalaman baru yang lumayan menantang termasuk pindah dari Surabaya tercinta di mana hampir seluruh hatiku kuberikan padanya (uhuk! uhuk!) dan aku berani. Lha mosok karo wajan ae wedi? Mosok nggoreng ayam ae gak wani, gak iso? Dan seperti kata Mbak Mi yang kukutip di atas, aku harus bisa masak!

Advertisements

10 thoughts on “Oseng-Oseng Mercon Mawut

  1. Aku juga suka masak-masak mbak. Walaupun cowok. Tapi emang masak tu aktivitas yang bikin penasaran. Rasanya pengen coba resep ini itu. walaupun sempet gagal masak sayur asem (baca: rasanya nggak ada asemnya) :p

    Like

  2. waduh! oseng2 opo mercon? bingung aq.kl adanya iwak pindang…campur terong yg digoreng xdulu..pasti siiip! tambahin cabe ijo & pete..ehmm jd ospintete..oseng pindang terong dan pete..mak nyosss..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s