Sotoji, Alternatif Baru Bagi Penikmat Mie Instan

Masih ingat lagu Nasib Anak Kost yang dinyanyikan oleh P-Project dan populer di tahun 90-an? Lagu yang liriknya merupakan parodi dari lagunya Janet Jackson, That’s The Way Love Goes itu begitu  booming  pada masa itu. Lagu yang menceritakan keprihatinan nasib anak kost ini terasa menggelitik terutama bagi mereka yang pernah merasakan hidup sebagai anak kost. Aku yang sejak kelas 3 SMA menjadi anak kost merasakan sendiri bagaimana “ampuhnya” lagu ini, ampuh dalam menyuarakan nasib anak kos. Kalau kamu ingat di salah satu bait di lirik lagu ini bunyinya seperti ini,

Aku makan tiap hari

Kadang hanya makan mie

Gimana nggak kurang gizi.

Sebagai anak kost makan mie instan bukan hal yang istimewa, bahkan sangat biasa. Rasanya tidak ada anak kost yang tidak pernah merasakan “nikmatnya” makan mie instan. Mie dalam kemasan ini begitu mengerti “kerasnya hidup anak kost” yang harus sering mengikat kuat sabuk ketika kiriman dari bapak ibu telat. Praktis dan terutama harganya yang murah membuat makanan ini menjadi idola bagi anak kost.

Bertahun-tahun hidup sebagai anak kost hampir semua mie instan sudah kucoba. Berbagai merk yang memanjakan penikmatnya dengan berbagai rasa tidak pernah ketinggalan kunikmati. Meski pada akhirnya ada satu merk yang kemudian menjadi pilihan lama-lama bosan juga. Pas aku dengar dari teman ada mie instan baru aku tidak terlalu tertarik. Bagiku mie instan pasti begitu-begitu saja rasanya. Esok harinya iseng-iseng aku browsing tentang mie instan yang bernama Sotoji ini.

Sotoji yang merupakan singkatan dari Soto Jamur Instan ini adalah produk baru yang akan memberi alternatif pilihan baru bagi para penikmat mie instan. Berbeda dari kebanyakan mie instan lainnya, Sotoji menggunakan sohun sebagai bahan utamanya. Bukan hal yang baru memang karena sudah ada mie instan yang juga menggunakan sohun begitu juga untuk rasa sotonya. Yang membedakan Sotoji dari mie instan lainnya adalah jamurnya. Baru kali ini aku tahu ada  mie instan menggunakan jamur.

Berbeda dengan lirik lagu di atas yang mengkhawatirkan kurangnya gizi karena makan mie, Sotoji memiliki kandungan serat serta protein nabati yang tinggi. Jamur yang digunakan adalah jamur tiram yang selain mengandung protein juga kaya vitamin dan mineral. Bagi mereka yang merasa belum makan jika belum makan nasi (seperti juga aku) Sotoji bisa menjadi “lauk” yang tepat untuk mendampingi nasi.

Apakah hanya untuk anak kost saja? Tentu tidak. Di rumahku mie instan selalu masuk dalam daftar belanja bulanan. Mie instan bukan hanya menjadi “makanan wajb” bagi para anak kost tapi juga telah menjadi makanan yang harus ada di lemari makan keluarga Indonesia. Sotoji bisa dihidangkan standar, cukup direbus biasa atau disajikan dengan tambahan bahan lain seperti tomat atau bagi yang suka pedas bisa ditambahi cabe.

Rasanya? Untuk saat ini Sotoji baru tersedia dalam satu rasa saja. Tentunya ke depan diharapkan Sotoji bisa menyediakan lebih banyak lagi varian rasa. Apakah enak? Seperti aku yang sempat pesimis dengan mie baru ini, pertanyaan seperti itu juga muncul di kepalaku. Jadi daripada bertanya-tanya, penasaran silahkan dicoba langsung dan katakan apa yang lidahmu rasakan. Selamat mencoba.

Advertisements

17 thoughts on “Sotoji, Alternatif Baru Bagi Penikmat Mie Instan

  1. [OOT] Wah, kalau kebanyakan link ke situs yang sama, nanti dikira melakukan splogging oleh pihak WordPress, bisa-bisa blog ini kena suspend, saran saya, cukup satu saja link, toh orang juga sudah paham :).

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s